Coca-Cola Digugat karena Kaleng Setengah Isi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rosie Huntington-Whiteley menghadiri acara peluncuran Coca-Cola Life, edisi terbaru dari Coca-Cola yang menggunakan pemanis alami dari campuran gula dan ekstrak daun stevia, Jumat 19 September 2014 di London, Inggris. Nathan Gallagher/Coca Cola via Getty Images

    Rosie Huntington-Whiteley menghadiri acara peluncuran Coca-Cola Life, edisi terbaru dari Coca-Cola yang menggunakan pemanis alami dari campuran gula dan ekstrak daun stevia, Jumat 19 September 2014 di London, Inggris. Nathan Gallagher/Coca Cola via Getty Images

    TEMPO.CO, Abuja - Pemerintah Federal Nigeria menggugat perusahaan Coca-Cola dan Nigerian Bottling Company (NBC), atas dugaan kegagalan mematuhi perintah Dewan Perlindungan Konsumen atas dua setengah kaleng Sprite yang kosong di pasaran. Tuntutan hukum mengikuti keluhan konsumen yang dilanjutkan dengan penyelidikan kaleng-kaleng Sprite setengah penuh yang beredar di supermarket Abuja.

    Dilansir dari Russian Today pada Selasa, 28 Oktober 2014, kasus ini dibawa ke pengadilan tinggi Federal di Abuja melawan perusahaan Coca-Cola Nigeria dan pimpinan Nigerian Bottling Company untuk tindak pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Kedua perusahaan tersebut 'sengaja menggagalkan; proses pemeriksaan produksi mereka'. Jika terbukti bersalah, individu-individu yang bertanggung jawab dapat menghadapi hingga lima tahun penjara.

    Dewan Perlindungan Konsumen menambahkan, bahwa selama penyelidikan setengah penuh kaleng tersebut terus menguap. Dewan Perlindungan Konsumen menyimpulkan Sprite yang beredar di Nigeria dapat menimbulkan ancaman kesehatan bagi masyarakat.

    Pada bulan Februari 2014 Dewan Perlindungan Konsumen mengeluarkan pernyataan kepada perusahaan Coca-Cola bahwa Nigeria bukanlah 'negara pembuangan produk standar'. Dewan Perlindungan Konsumen Nigeria mengaku kewalahan akan keluhan terhadap perusahaan Coca-Cola, seperti kaleng yang berkarat, tutup botol yang berkarat, serta benda asing yang ditemukan di dalam minuman ringan tersebut.

    Dewan Perlindungan Konsumen Nigeria menambahkan, pengajuan biaya jika produk Coca-Cola dan Nigerian Bottling Company tetap beredar selama kasus penyelidikan berlangsung.

    INTAN MAHARANI | RUSSIAN TODAY

    Topik terhangat:
    Pelantikan Jokowi | Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Gadis Ini Tur dengan Meniduri Pria di Kota Tujuan
    Kuil Kristen Kuno Ditemukan di Rusia
    Kapten Sepak Bola Afrika Selatan Ditembak Perampok
    Kamp Militer Inggris di Afganistan Resmi Ditutup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.