Dalam 24 Jam, KPK Spanyol Tangkap 51 Koruptor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang suporter membawa bendera Spanyol sat menunggu kedatangan tim sepakbola nasional Spanyol untuk merayakan kemenangan mereka dalam Piala Eropa 2012 di Madrid, Spanyol, Senin (2/7). REUTERS/Andrea Comas

    Seorang suporter membawa bendera Spanyol sat menunggu kedatangan tim sepakbola nasional Spanyol untuk merayakan kemenangan mereka dalam Piala Eropa 2012 di Madrid, Spanyol, Senin (2/7). REUTERS/Andrea Comas

    TEMPO.CO, Madrid - Setidaknya 51 orang yang terdiri dari puluhan pejabat publik, birokrat, dan pemimpin bisnis ditangkap oleh petugas anti-korupsi Spanyol karena diduga terlibat dalam kasus korupsi. Penangkapan ini dilakukan hanya berselang 24 jam setelah Perdana Menteri Mariano Rajoy yakin kasus korupsi di Spanyol "hanyalah insiden kecil".

    Setelah pernyataan Rajoy itu, kantor anti-korupsi negara melakukan penyelidikan ke daerah Madrid, Murica, Leon, dan Valencia. Dalam waktu kurang dari sehari, pejabat dari kantor anti-korupsi itu berhasil menciduk 51 orang tersangka korupsi, termasuk petinggi dari partai yang dipimpin oleh Rajoy, Partai Rakyat (PP).

    "Persengkongkolan antara anggota Dewan lokal dan pegawai negeri sipil dengan perusahaan pembangunan dan jasa energi dan koruptor lainnya membentuk kontrak senilai lebih dari €250 juta (Rp 3,8 triliun) dalam waktu dua tahun saja," kata kantor anti-korupsi itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan The Guardian, Senin, 27 Oktober 2014.

    Di antara yang tertangkap ada nama Francisco Granados, mantan sekretaris jenderal yang mengatur PP. Granados adalah tokoh yang paling menonjol untuk ditahan. Grandos dilaporkan memiliki kekayaan hingga Rp 23 miliar di akun sebuah bank asal Swiss.

    Ada pula Ridrigo Rato, mantan Kepala Dana Moneter Internasional dan mantan menteri keuangan PP. Dia dilaporkan memilki hasil korupsi mencapai Rp 846 juta. Bahkan Kepala Eksekutif Miguel Blesa mendapat kekayaan "haram" hingga Rp 6,7 miliar. "Mereka yang ditangkap adalah yang terlibat dalam jaringan korupsi besar, termasuk kasus pencucian dan penggelapan uang," kata kantor anti-korupsi Spanyol itu.

    Pemeriksaan ini adalah yang terbaru dalam serangkaian skandal korupsi yang menghantam partai politik Spanyol, bank, klub sepak bola, bahkan anggota keluarga kerajaan. Penangkapan ini diklaim sebagai yang terbesar sepanjang sejarah program anti-korupsi di Negeri Matador itu.

    RINDU P. HESTYA | THE GUARDIAN | AL JAZEERA

    Berita Lain:
    Gadis Ini Tur dengan Meniduri Pria di Kota Tujuan
    Kuil Kristen Kuno Ditemukan di Rusia
    Kapten Sepak Bola Afrika Selatan Ditembak Perampok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.