Takut Ebola, Korea Utara Larang Wisatawan Datang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas kesehatan saat tiba di Bandara Internasional Murtala Mohammed, Lagos, Nigeria, 20 Oktober 2014. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) mendeklarasikan bahwa Nigeria bebas dari virus ebola. AP/Sunday Alamba

    Penumpang diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas kesehatan saat tiba di Bandara Internasional Murtala Mohammed, Lagos, Nigeria, 20 Oktober 2014. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) mendeklarasikan bahwa Nigeria bebas dari virus ebola. AP/Sunday Alamba

    TEMPO.CO, Pyongyang - Meluasnya wabah virus ebola membuat pemerintah Korea Utara memberlakukan larangan bagi wisatawan internasional untuk memasuki negara tersebut sejak Jumat, 24 Oktober 2014.

    “Kami baru saja menerima kabar resmi bahwa, mulai Jumat, wisatawan dari mana pun tidak akan diizinkan masuk,” ujar Gareth Johnson dari Young Pioneer Tours, agen wisata yang berbasis di Cina yang melayani tur ke Korea Utara, kepada Reuters, Kamis pekan lalu.

    Media pemerintah Korea Utara, KCNA, menyebutkan negara ini tengah meningkatkan upaya pencegahan terhadap penyebaran virus ebola yang telah menginfeksi hampir 10 ribu orang dan menewaskan 4 ribu di antaranya. Namun, tidak ada kepastian bahwa upaya tersebut termasuk memberlakukan larangan masuk bagi wisatawan mancanegara.

    Ini bukan pertama kalinya Korea Utara menerapkan aturan larangan tersebut. Pada 2003, negara ini juga menutup diri lantaran mewabahnya virus severe acute respiratory syndrome di kawasan Asia Timur.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Pemilu Ukraina, Tiga Wilayah Tak Ikut Serta
    AS dan Inggris Akhiri Invasi di Afganistan
    ISIS Gagal Blokade Bantuan untuk Kurdi di Kobani


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?