ISIS Vs Kurdi Tewaskan 815 Orang di Kobani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap membumbung tinggi akibat serangan udara pasukan koalisi di Kobani, perbatasan Suriah-Turki, 20 Oktober 2014. Serangan tersebut untuk membantu pasukan Kurdi yang bertempur dengan ISIS di Kobani. AP/Lefteris Pitarakis

    Asap membumbung tinggi akibat serangan udara pasukan koalisi di Kobani, perbatasan Suriah-Turki, 20 Oktober 2014. Serangan tersebut untuk membantu pasukan Kurdi yang bertempur dengan ISIS di Kobani. AP/Lefteris Pitarakis

    TEMPO.CO, Kobani - Kelompok aktivis Suriah, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, menyebutkan pertempuran yang sudah berlangsung selama 40 hari di wilayah Kobani, Suriah, telah menelan 815 jiwa.

    Mengutip laporan Associated Press hari ini, laporan yang dirilis pada Ahad, 26 Oktober 2014, itu mencatat, pertempuran di wilayah perbatasan Suriah dan Turki tersebut telah menewaskan 21 warga sipil Kurdi, 302 pejuang Kurdi, dan 481 anggota milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang terus berusaha menguasai daerah strategis tersebut. (Baca: Amerika Serikat Gempur ISIS di Suriah, 521 Tewas)

    Sejak pertengahan September lalu, milisi ISIS telah melancarkan serangan yang luas di Kobani. Mereka menangkap puluhan warga Kurdi dan memasuki pusat kota. Akibatnya, lebih dari 200 ribu warga Kobani menyeberangi perbatasan dan berlindung di Turki.

    Meski ISIS terus berusaha mengendalikan Kobani, dalam beberapa hari terakhir, pasukan Kurdi berhasil mematahkan dominasi ISIS. Dengan bantuan serangan udara pimpinan Amerika Serikat, Kurdi diprediksi bisa membersihkan tanah Kobani dari ISIS secara perlahan. (Baca: Hadapi ISIS, AS Kirim Bantuan ke Pejuang Kurdi)

    ANINGTIAS JATMIKA | AP

    Terpopuler

    Pemilu Ukraina, Tiga Wilayah Tak Ikut Serta
    AS dan Inggris Akhiri Invasi di Afganistan
    Ebola Muncul di Mali, Mauritania Tutup Perbatasan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.