ISIS Ancam Kibarkan Bendera di Istana Buckingham  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa properti milik kerajaan Inggris terbuka untuk umum, salah satunya adalah Istana Buckingham. Jika Anda mengunjungi Buckingham tahun ini, Anda dapat menyaksikan pameran 50 tahun penobatan Ratu Elizabeth II. Anda dapat melihat 19 ruangan yang ada di istana ini, seperti Throne Room yang digunakan untuk upacara-upacara resmi. Royalcollection.org.uk

    Beberapa properti milik kerajaan Inggris terbuka untuk umum, salah satunya adalah Istana Buckingham. Jika Anda mengunjungi Buckingham tahun ini, Anda dapat menyaksikan pameran 50 tahun penobatan Ratu Elizabeth II. Anda dapat melihat 19 ruangan yang ada di istana ini, seperti Throne Room yang digunakan untuk upacara-upacara resmi. Royalcollection.org.uk

    TEMPO.CO, London - Seorang remaja Australia yang bergabung dengan milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengirim pesan video ancaman dan mengatakan pihaknya tidak akan berhenti berperang sampai bisa mengibarkan bendera di atas Istana Buckingham. (Baca: ISIS Ancam Bunuh Paus Fransiskus)

    “Sampai kami mengibarkan bendera kami di atas Istana Buckingham dan Gedung Putih, kami tidak akan berhenti,” ujar Abdullah Elmir yang menyebut dirinya sebagai Abu Khaled dalam bahasa Inggris, seperti dilaporkan BBC, Selasa, 21 Oktober 2014.

    Dalam video tersebut, ancaman pemuda berusia 17 tahun ini ditujukan kepada Perdana Menteri Australia dan Presiden Amerika Serikat. (Baca: ISIS Ingin Kibarkan Benderanya di Gedung Putih)

    “Kepada para pemimpin, Tony Abbott dan juga Barack Obama, saya ingatkan bahwa kami memiliki senjata-senjata dan tentara. Kami tidak akan berhenti bertempur dan meletakkan senjata hingga kami tiba di negara Anda,” kata remaja yang meninggalkan Australia pada Juni lalu untuk bergabung dengan ISIS di Suriah melalui Turki ini.

    Australia, sebagai negara persemakmuran Inggris, memang salah satu penyumbang besar dalam koalisi pimpinan AS yang berusaha memberantas ISIS yang kini menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah.

    Sejauh ini Australia telah mengirim 600 personel militer. Dalam kesepakatan awal pekan ini, Australia setuju menyumbangkan 200 personel pasukan khusus untuk melatih pasukan setempat memerangi kelompok militan ISIS.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    Cemburu, Istri Bunuh Pria Inggris di Bali 
    Pemimpin Asia yang Pernah Jadi Cover Time 
    ISIS Merajam Perempuan di Depan Ayahnya  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.