Swedia Tuduh Kapal Selam Rusia Masuki Wilayahnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin di dalam kapal selam C-Explorer 5 seusai melakukan penyelaman untuk melihat puing kapal perang angkatan laut

    Presiden Rusia Vladimir Putin di dalam kapal selam C-Explorer 5 seusai melakukan penyelaman untuk melihat puing kapal perang angkatan laut "Oleg", yang tenggelam pada abad 19, di Teluk Finlandia, Laut Baltik, Rusia, Senin (15/7). REUTERS/Aleksey Nikolskyi/RIA Novosti/Kremlin

    TEMPO.COStockholm - Situasi memanas terjadi di wilayah perairan Stockholm, Swedia, tepatnya di antara Pulau Nattaro dan Danzinger Gatt. Angkatan Laut Swedia menduga sebuah kapal selam Rusia mungkin mengalami masalah di perairan tersebut.

    Kepada BBC, Selasa, 21 Oktober 2014, seorang sumber Swedia mengatakan bahwa kapal selam tersebut terlihat di perairan sekitar 25 kilometer dari ibu kota Stockholm. Namun, Kementerian Pertahanan Rusia membantah terjadinya “situasi tidak biasa” pada kapal-kapalnya.

    Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia malah menuduh pihak lain, yakni Belanda. Juru bicara yang tidak disebutkan namanya ini mengatakan mungkin sistem peringatan Swedia menyala karena kapal selam Belanda melakukan pelatihan di daerah tersebut. 

    Tuduhan ini kemudian ditepis pejabat Belanda. “Itu pasti bukan kapal selam Belanda,” kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Belanda di Den Haag.

    Saat ini AL Swedia masih terus memperluas upaya pencarian kapal selam tersebut. Pencarian yang sudah memasuki hari keempat ini juga melibatkan kapal laut dan helikopter. 

    Insiden seperti ini memang sering terjadi di perairan Swedia. Seorang pejabat Swedia meyakini bahwa kapal-kapal selam yang memasuki wilayahnya bukan disebabkan karena kesalahan navigasi, melainkan hanya menguji kesiapan Swedia.

    “Mereka menguji kesiapan Swedia. Mereka ingin melihat apakah kami terjaga dan mampu mendeteksi. Itu cara untuk menguji keterampilan kami dalam mendeteksi dan melokalisasi,” katanya.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler
    Lima Tantangan Jokowi versi Majalah Time
    17 Pemimpin Dunia Hadiri Pelantikan Jokowi-JK
    Kepergok Berciuman, Pasangan Gay Diusir dari Bus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.