Pria Spesialis Pembunuh 39 Tunawisma Ditangkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.CO, Goiania - Kepolisian Brazil menahan Thiago Henrique Gomes da Rocha, 26 tahun, karena telah membunuh 39 orang dalam tiga tahun terakhir. Kepada polisi, Thiago mengaku khusus menghabisi tunawisma, wanita, dan homoseksual.

    Penahanan Thiago bermula dari kecurigaan polisi terhadap pelat nomor sepeda motornya. Saat melintas di Kota Gioania, polisi memberhentikan pria yang sedang mengendarai sepeda motornya ini. Petugas kemudian memeriksa surat-surat kendaraan. Dari situ diketahui pelat nomor kendaraan yang dikemudikan Thiago palsu.

    Saat diinterogasi polisi, Thiago bukan hanya mengaku menggunakan pelat nomor sepeda motor palsu, tetapi juga telah membunuh puluhan orang. Saat membunuh, Thiago merampas seluruh harta korban sebelum akhirnya menembaknya. "Kami kaget, dia sangat dingin," kata seorang petugas.

    Thiago mengatakan pembunuhan yang ia lakukan sebagai luapan kemarahan. Emosi itu baru reda jika dia membunuh satu di antara tiga target khususnya tadi. Namun setelah membunuh, Thiago mengaku menyesal.

    Meskipun demikian, penyesalan itu memunculkan amarah baru untuk membunuh korban selanjutnya. Thiago mengaku tidak mengenal semua korbannya. Namun, ia jelas mendeskripsikan kronologi setiap korban.

    Tak cuma kasus pemalsuan pelat sepeda motor dan pembunuhan, Thiago juga diduga melakukan 90 perampokan di sejumlah toko dan apotek serta tersandung perjudian.

    INTAN MAHARANI | BBC

    Topik terhangat:
    Pelantikan Jokowi
    | Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Manajer Lion Air Damprat Penumpang Pesawat

    Siapa Andika Perkasa, Komandan Paspampres Jokowi?

    Jokowi Jadi Presiden, Ahok Ajukan Satu Permintaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.