Menteri Malaysia Bantah Stafnya Terkait ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bendera Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau ISIS. TAUSEEF MUSTAFA/AFP/Getty Images

    Ilustrasi bendera Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau ISIS. TAUSEEF MUSTAFA/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Menteri Energi, Teknologi Hijau, dan Air Malaysia, Maximus Ongkili, telah membantah bahwa salah satu staf kementeriannya terlibat dengan jaringan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). (Baca: Staf Kementerian Malaysia Diduga Perekrut ISIS)

    Dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 17 Oktober 2014, Ongkili mengatakan bahwa asisten direktur yang bekerja di kementeriannya mengambil cuti selama satu tahun untuk mengurus ibunya seraya menambahkan, "Kami tidak tahu apa yang terjadi di dalam proses (penangkapan)."

    Meski demikian, kata dia, pihaknya akan bekerja sama dan menyerahkan semua proses kepada kepolisian. “Kami tidak bisa berkomentar apa-apa lagi sampai polisi selesai melakukan pekerjaannya,” ujar Ongkili.

    Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar telah secara resmi menuduh keterlibatan seorang Asisten Direktur Kementerian Energi, Teknologi Hijau, dan Air, terlibat dengan ISIS. Ia diduga kuat menjadi penyedia dana bagi anggota baru ISIS untuk pergi berjuang ke Suriah. Ia ditangkap bersama 13 orang lainnya di sebuah restoran di Kuala Lumpur pada Selasa, 14 Oktober 2014.

    ANINGTIAS JATMIKA | CHANNEL NEWS ASIA

    Terpopuler

    Tak Takut Tertular, Obama Cium Suster Pasien Ebola 
    Pejuang Houthi Kuasai Kota di Yaman 
    TKI Madura Lolos dari Hukuman Gantung di Malaysia



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.