Abu Sayyaf Ancam Penggal Kepala Sandera Jerman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan bersenjata MILF bersorak saat menunggu penandatanganan perjanjian di Kamp Darapanan, Sultan Kudarat, Maguindanao, Filipina Selatan (27/3). (AP Photo/Froilan Gallardo)

    Pasukan bersenjata MILF bersorak saat menunggu penandatanganan perjanjian di Kamp Darapanan, Sultan Kudarat, Maguindanao, Filipina Selatan (27/3). (AP Photo/Froilan Gallardo)

    TEMPO.CO, Manila - Kelompok pemberontak Filipina, Abu Sayyaf, memberikan batas waktu dua jam untuk memenggal kepala sandera Jerman bila tuntutannya tidak dipenuhi. Warga Jerman ini ditangkap di selatan Filipina untuk dijadikan sandera.

    Organisasi perjuangan muslim yang baru-baru ini menyatakan setia terhadap perjuangan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu mengatakan kepada stasiun radio lokal bahwa warga Jerman bernama Stefan Okonek, 71 tahun, akan dihabisi nyawanya pada pukul 5 pagi (09.00 GMT), kecuali tuntutan mereka dipenuhi oleh pemerintah Jerman maupun pemerintah Filipina.

    Menurut laporan koresponden Al Jazeera dari Zamboanga, Filipina Selatan, organisasi perjuangan Abu Sayyaf menuntut uang sebesar US$ 5,6 juta atau sekitar Rp 68 miliar untuk ditukar dengan pembebasan Okonek.

    Dokter asal Jerman ini ditangkap bersama rekannya, Henrite Dielen, juga warga negara Jerman, oleh kelompok Abu Sayyaf pada April 2014 ketika yacht yang mereka naiki bermasalah di sebelah selatan Pulau Palawan, rute menuju Sabah, Malaysia. Selanjutnya mereka ditahan di Pulau Jolo, kawasan yang menjadi sarang para pemberontak.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita Terpopuler
    Jokowi Ngerjain Ahok di Depan Ketua RT-RW Se-Jakarta
    Jokowi Jadi Presiden, Ahok Ajukan Satu Permintaan
    Pelantikan Jokowi, 30 Truk Relawan Subang Datang
    Prabowo Ditantang Jadi Negarawan di Pelantikan Jokowi
    Jadi Calon Menteri, Rini Dinilai Miskin Prestasi  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.