ISIS Peringatkan Ancaman Perang Teluk Ketiga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan foto Inggris, John Cantlie memberikan pernyataan dalam video yang diunggah ISIS pada 18 September 2014. Cantlie ditangkap oleh ISIS saat bertugas di Suriah pada 2012. REUTERS/SITE Intel Group via Reuters TV

    Wartawan foto Inggris, John Cantlie memberikan pernyataan dalam video yang diunggah ISIS pada 18 September 2014. Cantlie ditangkap oleh ISIS saat bertugas di Suriah pada 2012. REUTERS/SITE Intel Group via Reuters TV

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa hari setelah kakak dari John Cantile--warga negara Inggris yang disandera militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)--merilis video untuk meminta ISIS membebaskan John, militan ini membalas dengan sebuah rekaman video yang melibatkan John.

    Dalam video propaganda tersebut, seperti dilaporkan Mirror, Kamis, 16 Oktober 2014, John memperingatkan kemungkinan terjadinya Perang Teluk ketiga jika Amerika Serikat dan sekutunya tidak segera menghentikan gempuran ke wilayah tersebut untuk membasmi ISIS. (Baca: Jurnalis Inggris Dipaksa Masuk Islam oleh ISIS)

    “Mereka (ISIS) mengatakan publik tidak belajar dari kejadian sebelumnya. Bahkan, tinta yang menuliskan perintah menarik diri pasukan AS dari Afganistan pun belum kering,” ujar John, yang tampil dengan baju berwarna oranye seperti baju tahanan di Guantanamo.

    Meski pernyataan itu diucapkan langsung oleh John, pria yang telah diculik sejak dua tahun itu tampak seperti membaca naskah. Bahkan dalam video tersebut, John berani mengatakan bahwa ia adalah “warga negara Inggris yang ditinggalkan oleh pemerintahnya.”

    Video penyekapan John dirilis ISIS pada pertengahan September lalu. Video berdurasi tiga menit yang diunggah ke media sosial itu memperlihatkan Cantile dalam kondisi sehat. Tidak seperti rekan-rekan wartawan yang pernah diculik ISIS, Cantile duduk di depan sebuah meja dengan latar belakang hitam. (Baca: ISIS Rilis Video Jurnalis Inggris yang Disekap)

    Dalam video berjudul "Lend Me Your Ears" itu, Cantile mengaku ditangkap oleh ISIS saat tiba di Suriah pada 2012 lalu. Saat ini Cantile bekerja untuk harian terkemuka Inggris, The Sunday Times, The Sun, dan The Telegraph. Dia ditangkap bersama seorang fotografer Belanda, Joroen Oerlemans, saat bekerja di perbatasan Suriah dengan Turki.

    ANINGTIAS JATMIKA | MIRROR

    Terpopuler

    Rehana, Pembasmi ISIS, Dikabarkan Tewas
    Ratusan Pejuang ISIS di Kobane Tewas Dibom AS
    29 Tahun Dibui, Pria AS Ini Ternyata Tak Bersalah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.