Bubarkan Massa, Polisi Hong Kong Semprotkan Merica  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Hong Kong - Polisi Hong Kong akhirnya menggunakan semprotan merica untuk membubarkan pendemo pro-demokrasi yang memblokir jalan utama dekat kantor pemimpin Hong Kong pada Kamis, 16 Oktober 2014 pagi waktu setempat.

    Menurut laporan Reuters, aksi pendemo pro-demokrasi Hong Kong semakin meningkat. Mereka menuju Lung Wo, sebuah kawasan yang berada di sebelah kantor pemimpin Hong Kong, Leung Chun-ying.

    Para pendemo membawa sejumlah barang untuk memblokir kawasan tersebut sehingga membuat polisi menggunakan semprotan merica untuk membubarkan massa. (Baca: Barikade Roboh, Polisi Hong Kong Pakai Palu Godam)

    Aksi ini meningkat sebagai bentuk kemarahan publik atas pemukulan yang dilakukan polisi terhadap Ken Tsang Kin-chiu, seorang anggota pro-demokrasi dari Partai Sipil. Tsang kemudian dibawa ke rumah sakit setelah dipukuli. Aktivis lain langsung merilis foto yang menunjukkan sejumlah memar di wajah dan tubuh Tsang.

    “Meskipun ia adalah seorang pengunjuk rasa, ia tidak seharusnya diperlakukan seperti itu. Polisi harus menerima sanksi disiplin,” ujar Jen Lau, seorang pekerja sosial yang turut bergabung dalam aksi duduk di Markas Polisi Wan Chai sebagai bentuk kemarahan mereka.

    Sementara itu, pihak berwenang Hong Kong pada Rabu, 15 Oktober 2014 malam mengatakan bahwa polisi yang memukuli Tsang telah diberhentikan.

    Sudah sebulan terakhir situasi Hong Kong memanas. Pendemo pro-demokrasi menuntut pemerintah Cina untuk memberikan demokrasi penuh dengan mengizinkan Hong Kong memilih pemimpinnya sendiri tanpa campur tangan Beijing.

    Namun, pemerintah Beijing berkeras. Hong Kong boleh saja mengajukan kandidat untuk menggantikan posisi Leung pada 2015 mendatang asal mendapat persetujuan dari Cina. Hal ini membuat pendemo pro-demokrasi menuduh Cina melakukan "demokrasi palsu".

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Jadi Selingkuhan, Wanita Ini Ditelanjangi
    Jokowi Jadi Cover Majalah Time
    WHO: 7 dari 10 Pasien Ebola Tewas



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.