Lagi, Satu Perawat AS Positif Ebola  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara melakukan proses dekontaminasi bersama tentara angkatan darat AS dari 101st Airborne Division (serangan udara), yang diperuntukkan untuk memerangi Ebola, mengikuti pelatihan sebelum keberangkatan mereka ke Afrika Barat, di Fort Campbell, Kentucky, Amerika Serikat, Kamis 9 Oktober 2014. REUTERS/Harrison McClary

    Seorang tentara melakukan proses dekontaminasi bersama tentara angkatan darat AS dari 101st Airborne Division (serangan udara), yang diperuntukkan untuk memerangi Ebola, mengikuti pelatihan sebelum keberangkatan mereka ke Afrika Barat, di Fort Campbell, Kentucky, Amerika Serikat, Kamis 9 Oktober 2014. REUTERS/Harrison McClary

    TEMPO.CO, Texas - Amerika Serikat kembali melaporkan kasus ebola yang menimpa warga negaranya. Kali ini ebola menyerang suster dari Texas yang sebelumnya merawat pasien ebola pertama AS, Thomas Eric Duncan.

    Dilaporkan Reuters, Rabu, 15 Oktober 2015, suster yang diidentifikasi sebagai Amber Vinson ini menjadi suster kedua yang terkena ebola setelah merawat Duncan di Dallas. Sebelumnya, rekan Vinson, Nina Pham, juga telah dinyatakan positif ebola. Selama sebelas hari terakhir ia telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kini kondisinya dilaporkan semakin membaik. (Baca: Suster Amerika Terinfeksi Ebola Berangsur Pulih)

    Vinson dan Pham pernah merawat Duncan yang menjadi warga AS pertama yang terinfeksi ebola. Duncan diduga kuat tertular ebola setelah ia melakukan perjalanan ke Liberia.

    Memang di sana ia melakukan kontak langsung dengan pasien ebola. Karena kondisinya semakin memburuk, Duncan tak mampu bertahan dan meninggal pada 8 Oktober lalu. (Baca: Pasien Ebola Pertama di AS Meninggal)

    Kasus ini membuat Amerika semakin meningkatkan kekhawatiran akan penyebaran ebola. Semua pekerja medis yang menangani Duncan akan terus dipantau.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Jadi Selingkuhan, Wanita Ini Ditelanjangi
    WNI Anggota ISIS Ledakkan Diri di Irak
    Suster Italia Suntik Mati 38 Pasien karena Kesal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.