WHO: 7 dari 10 Pasien Ebola Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas kesehatan menggunakan pakaian pelindung beserta masker saat menunggu pasien yang mengidap virus ebola di Rumah Sakit Pemerintah Kenema, Sierra Leone (9/8). World Health Organization (WHO) menyatakan Ebola sebagai darurat kesehatan internasional. AP/ Michael Duff

    Sejumlah petugas kesehatan menggunakan pakaian pelindung beserta masker saat menunggu pasien yang mengidap virus ebola di Rumah Sakit Pemerintah Kenema, Sierra Leone (9/8). World Health Organization (WHO) menyatakan Ebola sebagai darurat kesehatan internasional. AP/ Michael Duff

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah ebola yang menyebar di Afirka Barat telah membunuh tujuh dari sepuluh korban yang terinfeksi. Asisten Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bruce Aylward, memperingatkan, wabah ini bisa semakin menggila jika tidak segera dihentikan. (Baca: PBB Bangun Kantor Pusat Ebola di Ghana)

    “Kami menemukan bahwa kematian akibat wabah ini mencapai 70 persen,” ujar Bruce dalam sebuah pernyataan, Selasa, 14 Oktober 2014, seperti dikutip dari Al Jazeera.

    Hingga Selasa lalu, kata WHO, sudah ada 8.914 kasus ebola dengan 4.447 di antaranya tewas. Namun WHO telah berulang kali memperingatkan bahwa data tersebut tidak dapat diandalkan sebab masih banyak kasus yang tidak terdata. (Baca: WHO: Korban Ebola Sudah Capai 4.000 Jiwa)

    Jika kasus ini tidak segera tertangani, WHO khawatir dua bulan ke depan akan ada 10 ribu kasus ebola setiap pekan. Saat ini Sierra Leone, Guinea, dan Liberia adalah tiga negara dengan kasus ebola tertinggi.

    ANINGTIAS JATMIKA | AL JAZEERA

    Terpopuler

    Separuh Kobane Sudah Dikuasai ISIS 
    Pedofil Australia Sering Kirim Uang ke Indonesia 
    ISIS Serang Kawasan Anbar, Ibu Kota Bagdad Waswas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.