Hilang Empat Tahun, Burung Ini Bisa Bahasa Spanyol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mittu, burung nuri abu-abu afrika yang bisa berbahasa Inggris dan Urdu. (Daily Mail)

    Mittu, burung nuri abu-abu afrika yang bisa berbahasa Inggris dan Urdu. (Daily Mail)

    TEMPO.CO, California - Hilang selama empat tahun, burung nuri yang tadinya bisa berbicara dengan aksen Inggris mendadak berubah menjadi beraksen Spanyol. Tidak diketahui secara pasti, apa yang terjadi selama empat tahun ‘pengembaraannya’.

    Adalah Nigel, si burung nuri berwarna abu-abu dari Afrika. Ia dipelihara oleh Darren Chick, seorang warga Torrance, California, Amerika Serikat. Menurut laporan surat kabar lokal The Daily Breeze, yang kemudian dikutip BBC, Selasa, 14 Oktober 2014, Nigel telah menghilang sejak empat tahun lalu.

    Hingga akhirnya Nigel ditemukan di pekarangan rumah Jonathan dan Julissa Sperling yang juga tinggal di Torrance. Mereka kaget saat menemukan Nigel, ternyata burung tersebut bernyanyi dan berbicara tanpa henti. Bahkan, sesekali juga menggongong seperti anjing.

    Tak hanya itu, kepada The Daily Breeze, keluarga Sterling mengatakan bahwa Nigel juga berkata, “Apa yang terjadi?” dalam bahasa Spanyol.

    Identitas Nigel kemudian diketahui lewat microchip yang terpasang di tubuhnya. Dari situ, keluarga Sterling juga mengetahui bahwa Nigel adalah milik Chick. Mereka pun mengembalikannya pada pekan lalu.

    Chick senang burung kesayangannya bisa kembali. Namun ia juga heran menemukan banyak perubahan di dalam diri Nigel. “Aneh rasanya mendengar aksennya berubah tapi saya tahu nuri ini adalah milik saya sejak saya melihatnya,” ujar Chick yang mengaku digigit Nigel saat pertama berjumpa kembali.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler
    ISIS Ingin Dirikan Negara Islam di Vatikan
    Separuh Kobane Sudah Dikuasai ISIS
    Pedofil Australia Sering Kirim Uang ke Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.