Suster Amerika Terinfeksi Ebola Berangsur Pulih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas membersihkan rumah perawat yang terkena virus Ebola dari pasien yang bernama Thomas Eric Duncan, yang telah meninggal, di Dallas, Texas, 13 Oktober 2014. Kondisi perawat dilaporkan stabil. AP/LM Otero

    Seorang petugas membersihkan rumah perawat yang terkena virus Ebola dari pasien yang bernama Thomas Eric Duncan, yang telah meninggal, di Dallas, Texas, 13 Oktober 2014. Kondisi perawat dilaporkan stabil. AP/LM Otero

    TEMPO.CO, Texas - Kondisi warga Amerika Serikat pertama yang terkena ebola di negeri tersebut, Nina Pham, perlahan membaik. Setelah dirawat di Texas Health Presbyterian Hospital Dallas sejak akhir pekan lalu, kondisi suster ini berangsur pulih dan menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.

    "Kondisi saya sudah membaik. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang sudah mendoakan saya. Saya beruntung dirawat di rumah sakit ini. Mereka punya tim yang baik," kata Pham, seperti dilaporkan The Guardian, Rabu, 15 Oktober 2014.  (Baca: Ebola Menyebar, AS Laporkan Kasus Kedua)

    Selain mengisolasi Pham, pihak rumah sakit juga mengkarantina seorang pria yang telah melakukan kontak langsung dengan Pham. Anjing Pham, yang sempat berdekatan dengan wanita 26 tahun itu, juga dimasukkan ke ruang isolasi untuk dipantau kesehatannya.

    Virus mematikan ini bisa sampai ke Pham saat ia merawat Thomas Duncan, pekerja kesehatan asal Liberia yang terinfeksi ebola. Dua hari setelah Duncan meninggal, Pham langsung menunjukkan gejala terkena ebola.

    Padahal Pham sudah menggunakan peralatan lengkap, seperti sarung tangan, masker, dan pelindung wajah. Pham dimasukkan ke ruang isolasi hari itu juga. (Baca: Boston Lebih Cemaskan Influenza daripada Ebola)

    "Kami harus mengirimkan tim yang lebih besar di Dallas setelah Duncan meninggal. Cara ini akan mencegah penyebaran infeksi. Ebola adalah penyakit asing bagi kami. Jadi, pemantauan sangat penting," kata Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Tom Frieden.

    CDC membatasi petugas kesehatan yang merawat Pham. Perawat juga diminta menaati seluruh prosedur penanganan pasien ebola aga kasus seperti ini tidak terjadi lagi.

    RINDU P. HESTYA | THE GUARDIAN

    Berita Lain:
    ISIS Ingin Dirikan Negara Islam di Vatikan 
    Separuh Kobane Sudah Dikuasai ISIS 
    Pedofil Australia Sering Kirim Uang ke Indonesia  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.