Artis Chris Brown Sebut Ebola Pengendali Populasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bad boy Chris Brown kembali tersandung masalah pada 2011 ketika foto-foto seluruh badannya yang terlihat tanpa busana tersebar luas. Rapper bermasalah ini mengatakan ia tidak peduli dan tidak menyesal atas kasus ini. Michael Kovac/WireImage

    Bad boy Chris Brown kembali tersandung masalah pada 2011 ketika foto-foto seluruh badannya yang terlihat tanpa busana tersebar luas. Rapper bermasalah ini mengatakan ia tidak peduli dan tidak menyesal atas kasus ini. Michael Kovac/WireImage

    TEMPO.CO, London - Penyanyi R&B, Chris Brown, menjadi bulan-bulanan di Twitter lantaran pernyataannya yang kontroversial dengan menyebut virus ebola yang mematikan sebagai “bentuk dari pengendalian populasi”.

    Artis yang blakblakan ini mengungkapkan pendapatnya mengenai wabah yang telah merenggut nyawa 4.000 orang di Afrika Barat tersebut. “Saya tak tahu... Namun, saya pikir, wabah ebola ini merupakan sebuah bentuk pengendalian populasi. Sial, semua ini semakin menggila, Bung,” tulis Brown.

    Hanya selang tiga menit setelah tweet tersebut, Brown mendapat kecaman dari sebagian dari 13,6 juta followers-nya. Dan, ia terpaksa meralat ucapannya dengan menulis tweet: “Biarkan saya menutup mulut!”

    Post pertama yang dibuat Brown mendapat hampir 9.500 retweet dan tak satu pun yang dihapus oleh sang penyanyi. Di antaranya berasal dari komedian Warren Holstein yang menulis: “Chris Brown membuat tweet bahwa ebola adalah ‘sebuah bentuk pengendalian populasi’. Ia seharusnya mencoba penyakit itu.”

    Kevin Hildebrand menulis: “Harap diingat bahwa Chris Brown benar-benar idiot, jadi teorinya tentang ebola sama dengan celotehan orang kampung yang idiot.” Adapun Wayne Durham menulis: “Gen bodoh sangat kuat dalam tubuh Chris Brown.”

    DAILYMAIL | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.