Bom Bunuh Diri Menghantam Warga Kurdi, 29 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga berziarah ke makam keluarganya yang tewas saat bergabung dengan pasukan Kurdis untuk melawan Negara Islam (IS) di Kobani, Suriah, 11 Oktober 2014. AP/Lefteris Pitarakis

    Sejumlah keluarga berziarah ke makam keluarganya yang tewas saat bergabung dengan pasukan Kurdis untuk melawan Negara Islam (IS) di Kobani, Suriah, 11 Oktober 2014. AP/Lefteris Pitarakis

    TEMPO.CO, Bagdad - Serangan tiga bom bunuh diri di kompleks warga Kurdi di sebelah timur Irak, Ahad, 12 Oktober 2014, menewaskan sedikitnya 29 anggota pasukan keamanan dan melukai 88 orang lainnya.

    Menurut petugas rumah sakit dan pejabat setempat, kejadian tersebut berlangsung di Qara Tappah, sebelah timur Provinsi Diyala, atau sekitar 120 kilometer tenggara Ibu Kota Bagdad.

    Koresponden Al Jazeera, Zeina Khodr, dalam laporannya menyebutkan bahwa tiga serangan bom bunuh diri tersebut menggunakan mobil. "Sasaran serangan di tiga lokasi berbeda, satu sama lain berdekatan. Dua di antara serangan itu menyasar pangkalan pasukan keamanan Kurdi. Sedangkan serangan ketiga menghantam markas partai politik PUK," ujarnya.

    Beberapa sumber di Kurdi mengatakan kepada Al Jazeera, jumlah korban tewas akibat aksi bom bunuh diri itu kemungkinan bertambah. Dalam insiden terpisah, petugas keamanan menerangkan, sebuah ledakan bom menewaskan kepala kepolisian Provinsi Anbar. 

    Seorang anggota Dewan Kotapraja, Faleh al-Isswai, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa serangan bom itu berlangsung pada Ahad pagi waktu setempat, 12 Oktober 2014, tak jauh dari konvoi kendaraan yang membawa Brigadir Jenderal Ahmed Al-Dulami. 

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Topik terhangat:
    Mark Zuckerberg | Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Pengganti Ahok Mantan Koruptor, Ini Kata Gerindra

    Video Penganiayaan Murid SD di Bukittinggi Beredar

    Gerindra Usut Pengkhianatan Kadernya di Pilpres

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.