Pendemo Pro-Demokrasi Kembali Padati Hong Kong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah demonstran mendirikan tenda saat berada di ajalan utama menuju pusat perbelanjaan Mong Kok, Hong Kong, 6 Oktober 2014. REUTERS/Tyrone Siu

    Sejumlah demonstran mendirikan tenda saat berada di ajalan utama menuju pusat perbelanjaan Mong Kok, Hong Kong, 6 Oktober 2014. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Hong Kong - Ribuan pendemo pro-demokrasi Hong Kong kembali memenuhi jalan utama di pusat Hong Kong setelah beberapa hari sebelumnya memilih pulang dan melanjutkan aktivitas mereka menyusul tak adanya respons dari pemerintah terhadap aksi ini.

    Menurut laporan Channel News Asia, Sabtu, 11 Oktober 2014 pada Jumat malam, ribuan massa kembali berdatangan dan berkumpul di jalan raya di seberang kantor pusat pemerintahan kota. Mula-mula diperkirakan ada sekitar 7.000 orang yang datang. Lama-kelamaan massa terus tumbuh menjadi 10.000 hingga 15.000 orang. Ini merupakan jumlah massa terbesar dalam sepekan terakhir.

    Beberapa dari mereka terlihat membawa makanan, tenda, dan selimut sebagai persiapan untuk aksi duduk yang dinamai Revolusi Payung itu.

    Kembalinya massa pendukung pro-demokrasi ini dipicu tindakan pemerintah Hong Kong yang membatalkan rencana perundingan yang seharusnya berlangsung pada Jumat, 10 Oktober 2014 kemarin. (Baca: Perundingan Pendemo Hong Kong Batal Lagi)

    Kepala Sekretaris Pemerintahan Hong Kong Carrie Lam menyatakan kepercayaan pemerintah kepada pendemo sirna setelah mereka mengajak lebih banyak massa untuk bergabung dengan protes.

    Namun, hal ini bukan malah menyurutkan tekad pendemo. Mereka justru semakin solid dan bertambah besar lagi.

    Aksi unjuk rasa prodemokrasi dilakukan demi menuntut Cina menjalankan pemilihan langsung pada 2017 untuk menggantikan Leung Chun-ying, pemimpin pemerintahan otonomi Hong Kong. (Baca:6 Perilaku Demonstran Hong Kong yang Patut Ditiru)

    ANINGTIAS JATMIKA | CHANNEL NEWS ASIA

    Terpopuler

    Bercanda Terkena Ebola, Pria Ini Diusir dari Pesawat
    Hilang 17 Hari di Hutan, Wanita Australia Selamat
    Malala Yousafzai Raih Nobel Perdamaian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.