Arab Saudi Bangun Rel Kereta Api 660 Kilometer  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Arab Saudi sedang mempersiapkan sebuah stasiun kereta bawah tanah di Riyadh. Kesan mewah terlihat dari desain yang disiapkan, seperti lantai marmer dan dindingnya yang berlapis emas. Independent.co.uk

    Pemerintah Arab Saudi sedang mempersiapkan sebuah stasiun kereta bawah tanah di Riyadh. Kesan mewah terlihat dari desain yang disiapkan, seperti lantai marmer dan dindingnya yang berlapis emas. Independent.co.uk

    TEMPO.CO, Jeddah - Kelompok pengusaha dan pejabat Arab Saudi menyambut baik rencana Organisasi Kereta Api Saudi (SRO) membangun jalur rel kereta api sepanjang 660 kilometer yang menghubungkan Jeddah dan Jazan. Menurut mereka, pembangunan tersebut dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan, perdagangan, dan pembangunan sosial.

    SRO belum lama ini menandatangi kontrak kerja sama dengan sebuah perusahaan konsultasi sipil guna melakukan studi kelayakan atas proyek tersebut, meliputi biaya pembangunan, jumlah penumpang, dan kargo yang dapat diangkut. (Baca: Arab Saudi Bangun Jaringan Kereta Terbesar Sejagat)

    Perusahaan tersebut telah melakukan tugas pertamanya, yakni studi kelayakan, termasuk desain jalur rel kereta api. Jalur rel baru akan dibangun paralel dengan jalan tol pantai internasional yang selama ini menjadi jalur utama kota ekonomi Jazan.

    Pimpinan SRO, Mohammaed bin Khaled al-Suwaiket, mengatakan SRO rencananya akan mengembangkan jaringan kereta api di Kerajaan Arab Saudi. "Kami memiliki draf rencana strategi untuk pengembangan rel kereta api mencakup 9.900 kilometer dan 19 jalur rel kereta api," ujarnya.

    Dia menuturkan dua jalur antara Jeddah dan selatan Jazan akan melintasi Shuaiba, Al-Laith, Madhleef, Amq, Barak, Qahma, Shuqaiq, dan Sabya. Hal ini terkait dengan pembangunan jembatan darat yang menghubungkan Riyadh dan kota pelabuhan Laut Merah.

    Ketua Dewan Kotamadya Qunfudah, Ali bin Mohammed Al-Gasrni, mengatakan warga Saudi sangat berharap proyek ini terealisasi. "Pembangunan ini tidak hanya memperkuat ekonomi dan pembangunan industri sejumlah kota yang dilintasi kereta api, tapi juga menurunkan angka kecelakaan di jalan raya." (Baca: Raja Saudi Arabia Bangun Stasiun Kereta Api Mewah)

    Tanggapan lain datang dari Shaikh Mohammed Rafik, Ketua Hammon Group yang melakukan pembangunan di kota industri Jazan. Menurut dia, kereta api baru akan mendorong lebih banyak perusahaan asing berinvestasi di kota industri. Dari investasi tersebut, diharapkan ada pemasukan senilai SAR 75 miliar atau sekitar Rp 244 triliun dan menciptakan 100 ribu lapangan kerja.

    "Kota industri akan memacu pertumbuhan ekonomi Jazan," kata Rafik. "Kami saat ini sedang dalam proses tanda tangan kesepakatan kerja sama dengan sejumlah perusahaan ternama dari Kanada, Cina, India, Afrika Selatan, dan Malaysia," katanya.

    Menurut hasil studi, jumlah penumpang yang melintasi rute ini akan meningkat dari 1,13 juta menjadi 1,95 juta orang pada 2025. Sementara itu, angkutan kargo bakal melonjak dari 1,8 juta menjadi 3,19 juta ton.

    Pimpinan Dewan Kotamadya Al-Latih, Emad Al-Subhi, menekankan mengenai peran kereta api dalam pertumbuhan ekonomi dan perdagangan serta menyediakan layanan transportasi publik yang aman. "Proyek pembangunan ini merefleksikan visi jauh pemerintah," ujar Abdul Rahman Halawani, seorang pengusaha Saudi. "Kami berharap Gubernur Mekah dan Jazan membuat mimpi ini menjadi nyata demi akselerasi pertumbuhan," tuturnya.

    Abdulla Hubaily, seorang anggota Komite Pembangunan Wisata, mengatakan kereta api adalah moda transportasi terbaik untuk sebuah negara yang luas seperti Arab Saudi. "Proyek-proyek infrastruktur seperti kereta api ini akan menarik modal asing dan mempromosikan pariwisata."

    ARAB NEWS | CHOIRUL 

    Terpopuler:
    Dijegal DPR, Jokowi Tak Segan Keluarkan Hak Veto 
    Adik Prabowo Sebut Hasil Wawancaranya Dipelintir 
    Ormas Anarkistis, Jokowi: Gebuk Saja
    Ilmuwan Kecam Politik Bumi Hangus Koalisi Prabowo

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.