Bom Bunuh Diri di Yaman, 40 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota keamanan kelompok militan Houthi, menggunakan senjata mesin saat menjaga kawasan dilaksanakannya ibadah salat Idul Adha berjamaah di Sanaa, Yaman, 4 Oktober 2014. REUTERS

    Seorang anggota keamanan kelompok militan Houthi, menggunakan senjata mesin saat menjaga kawasan dilaksanakannya ibadah salat Idul Adha berjamaah di Sanaa, Yaman, 4 Oktober 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Sanaa - Sedikitnya 40 orang tewas dalam sebuah insiden bom bunuh diri, Kamis, 9 Oktober 2014, di ibu kota Yaman, Sanaa. Serangan lainnya menyasar dua pangkalan militer di sebelah timur Provinsi Hadramout.

    Sebelumnya, seorang saksi mata mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ada 20 mayat yang dia lihat setelah bom meledak di Lapangan Tahrir, Sanaa Tengah, yang dikuasai oleh kelompok muslim Syiah, Houti. "Banyak korban terluka, termasuk anak-anak, akibat ledakan bom tersebut," kata saksi mata itu.

    Petugas kepolisian yang menjaga keamanan bank setempat tak jauh dari tempat kejadian menerangkan, seorang pria mengenakan sabuk bom bunuh diri mendekat ke pos penjagaan Houti. "Dia selanjutnya meledakkan bom di tengah petugas keamanan Houti dan warga lainnya," ujarnya.

    Koresponden Al Jazeera di Sanaa dalam laporannya menyebutkan ledakan tersebut tampaknya ditujukan pada acara pertemuan kaum Houti di lapangan terbuka.

    Sementara itu, serangan bom mobil di sebelah timur Provinsi Hadramout terhadap pangkalan militer menewaskan 13 serdadu. Kekerasan ini berlangsung sehari setelah Ahmed Awad bin Mubarak dilantik sebagai Perdana Menteri Yaman. Pemberontak Houti menolak pelantikannya.

    AL ARABIYA | AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita lain:
    Jadi Buron Polisi, Begini Sosok Novel Menurut FPI  
    Banser Siap Bantu Polisi Tangkap Novel FPI
    Ketua MPR Mangkir, Jokowi Tetap Bisa Dilantik  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.