Sakit Kanker Otak, Wanita Ini Ingin 'Mati Bermartabat'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi otak. Dok: StockXpert

    Ilustrasi otak. Dok: StockXpert

    TEMPO.CO, Oregon - Brittany Maynard, 29 tahun, asal California, Amerika Serikat, memutuskan pindah ke Oregon. Bukan untuk berlibur, dia pindah ke wilayah barat laut AS itu untuk mendapatkan resep "obat mematikan". Dokter di wilayah itu memang diperbolehkan memberi obat mematikan kepada pasien yang memilih mengakhiri hidupnya ketimbang sakit seumur hidup. Maynard diketahui divonis menderita kanker otak dan sudah tidak sanggup lagi menderita.

    "Saya akan melakukannya pada ulang tahun ke-30 nanti. Padahal saat ini saya juga tidak tahu apakah masih bisa bertahan hidup hingga usia 30. Ini adalah langkah yang sulit bagi saya," ujar Maynard, seperti dilaporkan Time, Rabu, 8 Oktober 2014.

    Oregon adalah pelopor Undang-Undang Mati Bermartabat atau Death with Dignity Act. Sejak akhir tahun lalu, setidaknya 750 orang di Oregon memanfaatkan undang-undang ini. Usia pemohon tertua adalah 71 tahun dan termuda 37 tahun dengan berbagai penyakit mematikan.

    Prosedurnya juga mudah dan tidak ada persyaratan khusus. Namun pasien harus menyerahkan identitas asli ke dokter yang bersangkutan. Maynard dan suaminya, Dan Diaz, telah mendiskusikan masalah ini. Diaz mendukung keputusan istrinya.

    "Saya pikir akan ada keajaiban yang dapat menyembuhkan istriku. Entah itu obat kanker atau terapi. Lalu, kami perlahan menyadari kenyataan bahwa tidak ada cara lain. Saya tidak tega melihat orang yang saya cintai menderita lebih lama," kata Diaz.

    Penulis hukum Oregon dan Presiden Compassion & Choices, Barbara Coombs Lee, menuturkan Maynard telah melaporkan keinginannya sejak Agustus lalu. Jika prosesnya berjalan lancar, Maynard bisa mendapatkan "keinginannya" tepat pada hari ulang tahunnya, 19 November nanti.

    RINDU P. HESTYA | TIME | AP

    Berita Lain:
    Zona Tempur ISIS Jadi Obyek Wisata Perang
    Gempa 6 SR Guncang Cina, 1 Orang Tewas  
    Pasien Ebola Pertama di Amerika Meninggal Dunia  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.