WHO: Wabah Ebola di Eropa Tidak Bisa Dihindari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat Spanyol yang terinfeksi Ebola dipindahkan ke Rumah Sakit Carlos III dari Rumah Sakit Alcorcon, Selasa 7 Oktober 2014, di Madrid, Spanyol. Sang perawat positif terjangkit virus ini setelah merawat dua pasien yang dipulangkan dari Afrika. Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images

    Seorang perawat Spanyol yang terinfeksi Ebola dipindahkan ke Rumah Sakit Carlos III dari Rumah Sakit Alcorcon, Selasa 7 Oktober 2014, di Madrid, Spanyol. Sang perawat positif terjangkit virus ini setelah merawat dua pasien yang dipulangkan dari Afrika. Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus ebola mulai merambah negara Eropa setelah salah satu suster positif mengidap wabah mematikan itu. Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Eropa Zsuzsanna Jakab memperingatkan bahwa Eropa harus siap menghadapi lebih banyak kasus dan melakukan pencegahan sejak dini.

    "Wabah ebola tidak bisa dihindari. Kejadian itu akan terjadi di masa depan seiring dengan tingginya perjalanan warga Eropa ke negara-negara yang terkena dampaknya," kata Jakab, seperti dilaporkan Reuters, Selasa, 7 Oktober 2014.

    Pernyataan Jakab ini dirilis setelah seorang suster yang pernah merawat pasien ebola di Madrid dinyatakan positif terjangkit penyakit ini. Hingga saat ini, setidaknya ada empat orang yang sedang dirawat di rumah sakit untuk upaya pencegahan penyebaran ebola. (Baca: Suster Spanyol Diduga Kuat Terinfeksi Ebola)

    "Petugas kesehatan adalah yang paling mudah tertular mengingat mereka melakukan kontak langsung dengan pasien. Namun, Eropa memiliki risiko yang lebih rendah untuk penyebaran ebola mengingat beberapa negara di benua ini memiliki perawatan kesehatan terbaik untuk repons penyakit," kata Jakab.

    Beberapa negara Eropa seperti Prancis, Inggris, Belanda, Jerman, Swiss, Norwegia, dan Spanyol sudah pernah merawat pasien ebola setelah tertular wabah dari Afrika Barat. Sejauh ini ebola telah menginfeksi sebanyak 7.200 orang dan menewaskan sekitar 3.400 orang. (Baca: Wabah Ebola Diramalkan Berakhir Januari 2015)

    RINDU P. HESTYA | REUTERS


    Berita Lain:
    Facebook Mayang Dibanjiri Pesan Duka
    Mayang Prasetyo Terinspirasi Mayangsari
    Mayang Prasetyo di Mata Teman Salonnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.