Pacar Mayang Ternyata Juga Pekerja Seks  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marcus Volke. Facebook.com

    Marcus Volke. Facebook.com

    TEMPO.CO, Brisbane - Marcus Peter Volke, pembunuh sekaligus kekasih Mayang Presetyo, ternyata menyimpan rahasia kelam. Sempat disebut bekerja sebagai koki kapal pesiar, Volke ternyata adalah adalah seorang pekerja prostitusi yang suka berkeliling dunia.

    Dikutip dari News.com.au, Rabu, 8 Oktober 2014, ternyata Mayang dan Volke bertemu pertama kali saat keduanya bekerja di sebuah rumah bordil di Melbourne. Volke juga dikabarkan sempat menjadi pekerja seks di Kopenhagen, Denmark.

    Setelah pindah ke Brisbane, Australia, dia memiliki nama samaran Health XL. Adapun Mayang masuk ke dalam "waria kelas atas Asia" di dalam situs prostitusi dengan tarif Rp 6 jutaan per jam. Di Kopenhagen, Volke mempromosikan dirinya sebagai, "Pemuda Australia yang seksi, sangat ramah dan mudah bergaul, bijaksana, dan profesional". (Baca: Mayang Sebut Dirinya Waria Kelas Atas Asia)

    "Volke tidak pernah bekerja sebagai koki. Dia tidak pernah menceritakan hal ini kepada teman-temannya. Dia berbohong pada keluarganya," kata seorang teman Mayang dan Volke, Alex Devantier, kepada Daily Mail.

    Menurut Alex, Mayang dan Volke berusaha menutupi hal ini. Mereka tidak ingin rahasia itu diketahui oleh teman-temannya. (Baca: Pacar Mayang Aktivis Anti-Kekerasan pada Perempuan)

    "Volke adalah orang yang cukup populer di kalangan teman-temannya. Baru beberapa tahun ini dia terlihat sangat dingin dan terisolasi," kata Alex.

    Volke melarikan diri saat polisi datang ke apartemennya setelah tetangga mengeluhkan bau busuk yang ternyata berasal dari tubuh Mayang yang telah dimutilasi. Dia ditemukan tewas bunuh diri dengan luka dalam di bagian leher.

    RINDU P. HESTYA | NEW.COM.AU

    Berita Lain:
    Mayang Sebut Dirinya Waria Kelas Atas Asia
    Mayang Sempat Mengajak Kekasihnya ke Lampung
    Facebook Mayang Dibanjiri Pesan Duka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.