Pria Ini 'Berlari' ke Segitiga Bermuda Pakai Balon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Segitiga Bermuda

    Segitiga Bermuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Reza Baluchi punya tujuan mulia: mengumpulkan uang untuk yayasan miliknya bernama Plant Unity demi membantu anak-anak kurang mampu dan meringankan biaya pendidikan. Ia mengggalang dana dengan cara yang tidak biasa, yaitu menyeberangi Segitiga Bermuda dari Puerto Rico menuju Miami yang berjarak 1.033 kilometer. Bukan dengan perahu apalagi kapal pesiar, Baluchi hanya menggunakan balon mainan besar, yang sering kita temui di tempat wisata.

    Dikutip dari Mashable, Ahad, 5 Oktober 2014, Baluchi memulai perjalanannya pada 30 September lalu. Aksinya sempat dihentikan oleh penjaga pantai setempat, tapi ia ingin tetap melakukannya karena telah mempersiapkan diri sejak dua tahun lalu.

    "Ia tidak akan bisa bergerak jauh dengan balon itu. Cuaca di sana sedang buruk," kata Kapten Todd Coggeshall.

    Peringatan Coggeshall terbukti benar. Perjalanan Baluchi harus terhenti. Ia akhirnya dijemput oleh penjaga pantai Amerika pada Sabtu pagi setelah mengirimkan tanda darurat.

    Saat tim penyelamat tiba di sana, Baluchi tidak mengalami luka pada tubuhnya, hanya kelelahan. Tak heran, pria yang terkenal dengan lari maraton ekstrem ini menggulingkan balon besar itu dengan cara berlarian di dalamnya, seperti hamster.

    Baluchi menciptakan sendiri balon itu dengan menggabungkan logam dan bola sepak pada bagian luar. Di dalam balon itu, Baluchi tidur dari pukul 6 sampai 9 pagi dengan hammock yang ia pasang di dalamnya. Setelah itu, pria asal Iran ini akan terjun ke laut untuk mendinginkan dirinya dan kembali melakukan aksinya.

    Aksi ini bukanlah yang pertama bagi Baluchi. Pada 2002 lalu, ia bersepeda ke 55 negara untuk menggalang dana bantuan. Pada 2007, ia berjalan selama 202 hari berturut-turut untuk mengumpulkan uang demi rumah sakit Anak di Colorado, Amerika Serikat. Namun, untuk usaha kali ini, Baluchi harus mengakui bahwa dirinya sudah gagal.

    "Aku percaya hatiku ini penuh cinta. Aku harus ikuti kata hatiku ke mana mereka membawaku ke seluruh dunia. Aku percaya tidak ada yang tidak mungkin," kata Baluchi.

    RINDU P. HESTYA | MASHABLE

    Berita Lain:
    WNI Korban Pembunuhan di Australia Diduga Transgender
    WNI Jadi Korban Mutilasi Pacarnya di Australia
    Mayang Sebut Dirinya Waria Kelas Atas Asia  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?