Demo Mereda, PNS Hong Kong Kembali Bekerja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di depan kantor-kantor pemerintah yang dibarikade oleh pelajar pro-demokrasi di Hong Kong, 3 Oktober 2014. Hong Kong mengalami krisis politik terburuk sejak terah terima pada 1997 menyusul penolakan Cina untuk memberikan hak pemilihan langsung bagi warga.  XAUME OLLEROS/AFP/Getty Images

    Polisi berjaga di depan kantor-kantor pemerintah yang dibarikade oleh pelajar pro-demokrasi di Hong Kong, 3 Oktober 2014. Hong Kong mengalami krisis politik terburuk sejak terah terima pada 1997 menyusul penolakan Cina untuk memberikan hak pemilihan langsung bagi warga. XAUME OLLEROS/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Hong Kong - Sejumlah pegawai pemerintah Hong Kong terlihat sudah kembali bekerja menyusul redanya demonstrasi yang terjadi lebih dari sepekan ini. Para pegawai negeri sipil ini berhasil menuju kantor-kantor pemerintah Hong Kong, pusat para pendemo berkumpul, "tanpa hambatan".

    Dikutip dari Reuters, Senin, 6 Oktober 2014, jumlah pendemo memang mulai berangsur menyusut. Orang-orang mulai meninggalkan jalan semalam dan memutuskan melanjutkan demo keesokan hari. Diduga hal ini terjadi karena pendemo menghadapi kebuntuan lantaran Kepala Eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying menolak mundur. (Baca: Pemimpin Hong Kong Minta Demo Selesai Hari Ini)

    "Saya telah menerima pemberitahuan untuk kembali bekerja hari ini. Kondisi jalan sudah lebih baik daripada sebelumnya," kata seorang PNS bermarga Hung.

    Saat ini, hanya sekitar 100 pengunjuk rasa dan puluhan tenda yang masih menghiasi jalan-jalan di sepanjang distrik bisnis di pusat kota. Namun sejumlah jalan masih ditutup dan beberapa arus lalu lintas dialihkan.

    Para pendemo "tunduk" pada permintaan pemerintah, pelaku bisnis, pemilik toko, dan sopir taksi dengan membubarkan barikade. Sejumlah bank dan toko pun mulai kembali membuka pintu dan melakukan aktivitas seperti biasa sejak kemarin. (Baca: Mafia Tunggangi Unjuk Rasa di Hong Kong)

    Menurut laporan Sekretaris Keuangan John Tsang, demo ini telah melumpuhkan pergerakan ekonomi dan memunculkan kerugian hingga US$ 50 miliar (sekitar Rp 612 triliun) selama sepekan pada bursa saham Hong Kong. Akibatnya, kata Tsang, kerugian itu akan mengguncang dasar keuangan dan nilai ekonomi.

    RINDU P. HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:
    WNI Korban Pembunuhan di Australia Diduga Transgender
    WNI Jadi Korban Mutilasi Pacarnya di Australia
    Alex Younger, Bos Baru Intelijen Inggris MI6  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.