ISIS Terus Gempur Perbatasan Suriah-Turki  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita yang merupakan bagian dari tentara Kurdish Peshmerga berlatih untuk memerangi kelompok ISIS di Sulaimaniya, Irak, 18 September 2014. REUTERS

    Seorang wanita yang merupakan bagian dari tentara Kurdish Peshmerga berlatih untuk memerangi kelompok ISIS di Sulaimaniya, Irak, 18 September 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Kobane - Gempuran militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah Kobane, kota perbatasan Suriah dengan Turki, semakin meningkat. Kepada BBC, seorang pejabat kota menyatakan kekhawatirannya bahwa Kobane bisa jatuh ke tangan ISIS.

    Pejabat kota Kobane, Idriss Nassan, mengatakan kelompok militan pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi tersebut kini menguasai Mistenur, sebuah bukit strategis di ketinggian kota. Bendera hitam ISIS juga tampak berkibar di atas sebuah bangunan di tepi timur Kobane.

    Menurut Nassan, meski ISIS belum melancarkan serangan dari bukit ke arah kota, menguasai Mistenur akan memberikan keuntungan strategis luar biasa bagi ISIS. (Baca: Serang Kota Kobane, ISIS Tembakkan 80 Roket Sehari)

    Sudah tiga pekan ini ISIS menggempur Kobane. Selama tiga hari terakhir pertempuran semakin sengit, memaksa ribuan warga Kurdi meninggalkan kota. Lebih dari 160 ribu warga Suriah, khususnya dari suku Kurdi, mengungsi melintasi perbatasan sejak ISIS melancarkan serangan.

    Selama dua hari terakhir, kaum Kurdi Turki dan pengungsi Kurdi Suriah di Turki terlibat bentrok dengan petugas Turki. Mereka marah dan kecewa akan pasifnya sikap Turki yang tak mengizinkan relawan Kurdi Turki melintasi perbatasan guna membantu melawan ISIS di Kobane. (Baca: Milisi ISIS Menutup Perbatasan Suriah-Turki)

    Pekan lalu Turki menegaskan tekad untuk tak membiarkan jatuhnya Kobane, tapi tak mengambil langkah apa pun sejauh ini.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC


    Terpopuler


    WNI Korban Pembunuhan di Australia Diduga Transgender
    WNI Jadi Korban Mutilasi Pacarnya di Australia
    Alex Younger, Bos Baru Intelijen Inggris MI6


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.