Pasien Ebola Pertama di Amerika Kritis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thomas Eric Duncan diisolasi di rumah sakit sejak Ahad, 28 September 2014 lalu, ia dikabarkan dalam kondisi serius namun stabil. Duncan diketahui pernah berkunjung ke Liberia dan membantu menggendong warga yang diduga terinfeksi Ebola. AP/Wilmot Chayee

    Thomas Eric Duncan diisolasi di rumah sakit sejak Ahad, 28 September 2014 lalu, ia dikabarkan dalam kondisi serius namun stabil. Duncan diketahui pernah berkunjung ke Liberia dan membantu menggendong warga yang diduga terinfeksi Ebola. AP/Wilmot Chayee

    TEMPO.CO, Dallas - Orang pertama yang didiagnosis menderita ebola di Amerika Serikat, Thomas Eric Duncan, dilaporkan tengah dalam kondisi kritis. Pejabat kesehatan di Dallas, tempat Duncan menjalani perawatan, menyatakan tidak ada obat yang bisa diberikan kepada pasien itu. (Baca: Amerika Laporkan Kasus Ebola Pertama)

    “Pasien di Dallas yang merupakan satu-satunya pasien yang terinfeksi ebola di Amerika Serikat kini tengah berjuang untuk hidupnya,” ujar Dr Thomas Frieden, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Ahad, 5 Oktober 2014, waktu AS, seperti dikutip dari Reuters, hari ini.

    Dalam pernyataannya di hadapan para wartawan, Frieden mengatakan saat ini persediaan obat ZMapp telah habis. Obat yang diproduksi oleh Mapp Biopharmaceutical Inc, San Diego, ini mungkin tidak akan tersedia dalam waktu dekat. (Baca: Vaksin ZMapp untuk Ebola Tunjukkan Tanda Positif)

    Sementara itu, saat ditanya apakah CDC akan menggunakan obat eksperimental lain yang diproduksi oleh Tekmira Pharmaceuticals Corp, Kanada, Frieden menyatakan dokter dan keluarga pasien belum memutuskan akan menggunakan obat tersebut.

    Duncan, yang kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Texas Health Presbyterian, meninggalkan Liberia pada 19 September lalu dan tiba di AS sehari kemudian untuk mengunjungi kerabatnya. Gejala ebola pasien itu terlihat pada 24 September lalu. Seratus orang lainnya yang diduga melakukan kontak dengan Duncan juga masih dalam pengawasan ketat CDC. (Baca: Khawatir Ebola. 100 Warga texas Jalani Pemeriksaan)

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Jadi Mualaf, Wanita Bertato Dilamar Pendukung ISIS
    Tiga Pejabat Top Korut Mendadak Kunjungi Korsel
    Mafia Tunggangi Unjuk Rasa di Hong Kong



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?