Tokyo Bersiap Hadapi Badai Phanfone  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar satelit Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) dari NASA menunjukkan Topan Halong di Samudra Pasifik mendekati daratan Jepang, 9 Agustus 2014. REUTERS/NOAA

    Gambar satelit Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) dari NASA menunjukkan Topan Halong di Samudra Pasifik mendekati daratan Jepang, 9 Agustus 2014. REUTERS/NOAA

    TEMPO.CO, Tokyo - Sebuah badai hebat yang menerjang wilayah Jepang kini tengah mengarah ke Ibu Kota Tokyo. Badai itu membawa angin kencang dan hujan lebat pada Senin, 6 Oktober 2014.

    Menurut situs Kementerian Perhubungan Jepang, badai Phanfone yang bergerak dengan kecepatan 20 km/jam tiba di Tokyo pada hari ini. Diperkirakan, badai ini akan menjatuhkan 100 mm hujan di Tokyo selama lebih dari 24 jam.

    Akibat badai ini, seperti dilaporkan BBC, ribuan rumah di Jepang mengalami mati listrik. Tak hanya itu, sebanyak 174 penerbangan di negara ini juga terpengaruh badai tersebut kemarin. Bahkan, cuaca buruk ini memaksa operasi pencarian warga yang hilang akibat letusan Gunung Ontake dihentikan sementara. (Baca: 36 Orang Tewas Akibat Letusan Gunung Ontake)

    Badan Meteorologi Jepang memperingatakan, meski level Phanfone telah turun dari status badai super, bada ini masih merupakan badai berbahaya dengan kekuatan angin hingga 216 km/jam.

    Dalam setahun, diprediksi akan ada sebelas badai yang melanda Negeri Sakura. Sebelumnya, pada 10 Agustus 2014, topan Halong melanda Jepang. Halong datang sebulan setelah topan Neoguri melanda dan menewaskan beberapa orang serta meninggalkan kehancuran di selatan Jepang. (Baca: Topan Halong Landa Jepang)

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    Jadi Mualaf, Wanita Bertato Dilamar Pendukung ISIS
    Tiga Pejabat Top Korut Mendadak Kunjungi Korsel
    Masuki Pekan Kedua, Demonstrasi Hong Kong Ricuh  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.