Tiga Pejabat Top Korut Mendadak Kunjungi Korsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, memberikan masukan pada bawahannya saat memantau pembangunan rumah untuk bayi dan panti asuhan di Pyongyang, Korea Utara (13/8). REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, memberikan masukan pada bawahannya saat memantau pembangunan rumah untuk bayi dan panti asuhan di Pyongyang, Korea Utara (13/8). REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Seoul - Di luar dugaan, tiga pejabat top Korea Utara berkunjung ke Korea Selatan pada Sabtu, 4 Oktober 2014. Ketiganya merupakan orang terdekat dan paling dipercaya pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Kunjungan mendadak itu mengejutkan Korea Selatan setelah bertahun-tahun lamanya tidak terjalin komunikasi di antara dua Korea itu.

    Kunjungan tersebut dipimpin oleh Hwang Pyong-so yang baru terpilih sebagai Wakil Ketua Komisi Pertahanan Nasional Senjata Nuklir Korea Utara. Ia disebut-sebut orang nomor dua setelah Kim Jong-un. Dua pendampingnya dalam kunjungan itu adalah Choe Ryong-hae, orang kepercayaan Kim Jong-un, dan Kim Yang-gon, petinggi sekretaris partai yang bertanggung jawab dengan urusan Korea Selatan. (Baca: Jokowi Dapat Ucapan Selamat dari Kim Jong-un)

    Kehadiran tiga pejabat top Korea Utara itu diterima oleh Penasihat Keamanan Nasional Kim Kwan-jin. Pyongyang menjulukinya sebagai "maniak konfrontasi".

    Seperti dilansir dari Channel News Asia, Ahad, 5 Oktober 2014, tidak banyak informasi yang disampaikan Korea Selatan tentang kunjungan ketiga pejabat top Korea Utara itu. Namun sejumlah pengamat politik menduga kehadiran ketiganya sebagai sinyal dibukanya komunikasi di antara kedua negara yang sudah lama membeku. (Baca: Kim Jong-un Dikabarkan Menderita Asam Urat)

    Ada juga yang mengkaitkan dengan sakitnya Kim Jong-un, yang kemudian Korea Utara menyatakan bahwa pemimpin Korea Utara itu sudah pulih dari sakitnya. "Tidak ada yang salah dengan kesehatan Kim," kata Menteri Unifikasi Ryoo Kihl-jae, mengutip pernyataan Kim Yang-gon.

    Namun kebanyakan pengamat mengingatkan Korea Selatan untuk lebih berhati-hati dengan tidak menaruh harapan banyak atas kunjungan dramatis ini. "Ini kunjungan penting, tapi hal itu tidak seharusnya dilihat sebagai suatu tanda perubahan kebijakan besar," kata Yoo Ho-yeol, profesor dari Universitas Korea di Seoul.


    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA HASUGIAN 

    Baca juga:
    Sapi Jadi Hewan Kurban Favorit di Jabar
    Jokowi Kurban Sapi di Masjid Agung Solo
    Mafia Tunggangi Unjuk Rasa di Hong Kong
    18 Penambang Emas Liar Tewas Tertimbun di Kalbar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.