Serang Kota Kobane, ISIS Tembakkan 80 Roket Sehari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tank tentara Kurdish ikut melakukan penyerangan terhadap ISIS di Makhmur, Nineveh, Irak, 7 Agustus 2014. REUTERS/Stringer

    Tank tentara Kurdish ikut melakukan penyerangan terhadap ISIS di Makhmur, Nineveh, Irak, 7 Agustus 2014. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Kobane - Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menembakkan lebih dari 80 peluru roket ke Kota Kobane, wilayah utara Suriah yang didominasi suku Kurdi. Pertempuran memang memanas sejak Jumat, 3 Oktober 2014 sebagai usaha ISIS untuk menguasai kota. (Baca: Lagi, ISIS Penggal Sandera Asal Inggris)

    Mengutip laporan Xinhua hari ini, sebuah badan amal, yaitu Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang berbasis di Inggris menyebutkan bahwa sejumlah penembakan berat juga terjadi secara intens di pinggiran timur, barat, dan selatan kota tersebut. Tiga belas militan Kurdi dilaporkan tewas dalam serangan ini.

    Akibat pertempuran ini, 3.000 warga Kurdi terjebak di puncak Bukit Tal Shair, yang terletak di antara Kobane dengan perbatasan Turki. Penjaga perbatasan Turki menolak memberi izin kepada mereka untuk melewati perbatasan dan berlindung di Turki. (Baca: Milisi ISIS Menutup Perbatasan Suriah-Turki)

    Puluhan ribu orang dari suku Kurdi telah melarikan diri ke perbatasan Turki sejak ISIS mulai melakukan pengeboman di Kobane dan kota-kota Kurdi sekitarnya sejak 17 hari yang lalu. Aktivis Kurdi menuduh Turki membantu ISIS dalam memerangi Kurdi di Kobane untuk menciptakan dalih intervensi militer dan untuk mendirikan zona penyangga di Suriah.

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Terpopuler

    Media Cina Blakblakan Dukung Pemimpin Hong Kong
    Turki Siap Operasi Militer di Irak dan Suriah
    Cina Batasi Berita Soal Demo Hong Kong



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.