Australia Akan Gempur Basis ISIS di Irak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota pasukan Mudgeeraba, menunggangi kuda saat ambil bagian dalam Peringatan Hari ANZAC di Currumbin Surf Life Saving Club, di Gold Coast, Australia, (25/4). Sejumlah veteran, tokoh dan anggota masyarakat hari ini memperingati hari ANZAC (Australia New Zealand Army Corps) ke 99. (Photo by Chris Hyde/Getty Images)

    Seorang anggota pasukan Mudgeeraba, menunggangi kuda saat ambil bagian dalam Peringatan Hari ANZAC di Currumbin Surf Life Saving Club, di Gold Coast, Australia, (25/4). Sejumlah veteran, tokoh dan anggota masyarakat hari ini memperingati hari ANZAC (Australia New Zealand Army Corps) ke 99. (Photo by Chris Hyde/Getty Images)

    TEMPO.CO, Melbourne - Australia menyatakan siap melakukan gempuran militer terhadap kelompok bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah Irak. Dalam penyerbuan itu, Negeri Kanguru tersebut akan mengerahkan pasukan khusus.

    Menurut Perdana Menteri Tony Abbott, pengerahan pasukan ke Irak bisa berlangsung lama, mungkin berbulan-bulan bukan dalam hitungan minggu. Menurut dia, keputusan pengerahan pasukan tersebut berdasarkan permintaan pemerintah Irak dan demi kepentingan nasional Australia. (Baca: Milisi ISIS Menutup Perbatasan Suriah-Turki)

    "Australia akan mengerahkan pasukan tempur, namun esensinya adalah misi kemanusiaan untuk melindungi masyarakat dan rakyat Australia secara keseluruhan dari ancaman pembunuhan ISIS," kata Abbott, "ISIS harus dihancurkan, baik di dalam maupun di luar negeri."

    Baru-baru ini, Australia mengeluarkan peringatan dan waspada tinggi setelah ada tanda-tanda ancaman oleh simpatisan ISIS di negerinya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler
    Anulir UU Pilkada, SBY Teken Perpu
    Lawan Koalisi Kapak Merah, Warga Yogya Buka Posko
    KPK Gerah Setya dan Fahri Jadi Pimpinan DPR
    Dahlan Iskan Pernah Diancam Anaknya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.