Hamas Ingin Dirikan Negara Islam di Palestina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang militan Hamas membawa anaknya saat meraakan kemenangan atas Israel di Gaza (27/8). REUTERS/Suhaib Salem

    Seorang militan Hamas membawa anaknya saat meraakan kemenangan atas Israel di Gaza (27/8). REUTERS/Suhaib Salem

    TEMPO.CO, Gaza - Seorang pejabat senior Hamas pada Selasa, 30 September 2014, mengumumkan bahwa gerakannya masih percaya dapat mendirikan negara Islam di seluruh tanah Palestina. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah upacaya penghormatan untuk petugas polisi yang tewas dalam serangan Israel terakhir di Gaza.

    “Kami tidak ingin hanya mendirikan emirat Islam di Gaza. Kami ingin mendirikan sebuah negara Islam di Palestina,” kata Mahmud al-Zahar, pejabat senior Hamas, seperti dikutip Xinhua, Rabu, 1 Oktober 2014. (Baca: Israel: ISIS dan Hamas Sama Saja)

    Dalam pernyataan ini, Al-Zahar mengklaim Hamas telah berhasil mengalahkan invasi Israel dan merebut semua tanah yang diduduki Palestina dan Israel. “Kami akan menghadapi pertempuran lain yang pada akhirnya akan kami menangi,” ujarnya percaya diri.

    Hamas, yang menguasai Palestina, sejak Juni lalu telah mencapai kesepakatan rekonsiliasi dengan Fatah untuk membentuk pemerintah Palestina sementara bersama-sama. Namun pemerintah persatuan ini tidak dapat bekerja karena serangan Israel di Jalur Gaza. (Baca: Presiden Palestina Sebut Israel Lakukan Genosida)

    Pekan lalu, dua kubu ini telah mengadakan pertemuan di Kairo guna memberikan peran penuh kepada pemerintah persatuan untuk bertindak di Jalur Gaza, mengontrol titik persimpangan, dan bertanggung jawab untuk proses rekonstruksi di wilayah tersebut.

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Terpopuler

    TKI Wanita Jadi Korban Pelecehan Polisi Malaysia 
    Wanita Muslim Dianiaya di Kereta Australia 
    Mesir Penjarakan 68 Pendukung Mursi  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.