Newsweek Tuduh "Esktrimis" Manfaatkan Artikelnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington: Editor Newsweek menyatakan, "ekstrimis Muslim" menggunakan artikel tentang pelecehan Al-Quran di majalah Amerika itu untuk "membuat keonaran". "Mereka dengan sengaja memanfaatkan artikel kami untuk mencoba dan membuat keributan," kata sang editor Mark Whitaker kepada NBC News, Senin waktu setempat.Dalam edisi 9 Mei lalu, Newsweek memuat artikel tentang pelecehan terhadap Al-Quran yang dilakukan interogator di penjara Guantanamo. Mereka mengutip hasil penyelidikan yang menyebutkan bahwa penjaga penjara membuang lembaran Al-Quran ke dalam toilet untuk membuat tahanan buka mulut. Artikel itu menuai gelombang anti-Amerika di berbagai negara. Di Afganistan, yang warga negaranya banyak ditahan di Guantanamo, protes bahkan memakan korban jiwa belasan orang. Kemarin, Newsweek meminta maaf dan mengakui berita itu sumir. "Kami sampaikan simpati kami kepada para korban kekerasan dan tentara Amerika Serikat yang dituduh," demikian majalah milik The Washington Post itu menulis.Whitaker kembali menyampaikan simpati terhadap para korban kekerasan. Ditanya apakah dia akan mundur dari majalah itu, ia tidak menjawab tegas. "Berdasarkan pengetahuan kami, semua orang telah mencoba melakukan hal yang benar. Michael Isikoff (penulis artikel) membuat kesepakatan dengan sumber anonim, sumber yang luar biasa," kata dia. "Kami lalu menunjukkan semua cerita kepada pejabat tinggi di Pentagon (sebelum dipublikasikan).""Kita semua selalu mencoba memperoleh hal-hal yang benar, dan tidak selalu bisa berhasil," Whitaker menambahkan. "Ketika tidak berhasil, kita harus mengakuinya." AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.