Pemimpin Catalunya Tak Terima Referendum Ditunda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mosaik Catalonia untuk festival pro-kemerdekaan di stadion Nou Camp, Barcelona, Spanyol, 29 Juni 2013. PM Spanyol Mariano Rajoy dan pemimpin Catalonia dijadwalkan adakan pertemuan penting pada 30 Juli untuk referendum pemisahan. (AP/Emilio Morenatti)

    Mosaik Catalonia untuk festival pro-kemerdekaan di stadion Nou Camp, Barcelona, Spanyol, 29 Juni 2013. PM Spanyol Mariano Rajoy dan pemimpin Catalonia dijadwalkan adakan pertemuan penting pada 30 Juli untuk referendum pemisahan. (AP/Emilio Morenatti)

    TEMPO.CO, Madrid - Pemerintah wilayah Catalunya akhirnya memutuskan untuk menghentikan kampanye yang menuntut referendum kepada Spanyol pada Selasa, 30 September 2014. Keputusan itu dibuat setelah Spanyol mengajukan blok hukum untuk referendum dan telah disetujui oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol kemarin. (Baca: Spanyol Tangguhkan Rencana Referendum Catalunya)

    "Dalam beberapa jam ke depan kami akan mengajukan argumen untuk membatalkan penundaan pemungutan suara. Meskipun kami telah menghentikan kampanye, kami tidak akan menyerah," kata Francesc Homs, juru bicara pemerintah Catalunya, seperti dilaporkan Reuters, Selasa, 30 September 2014.

    Pemerintah pusat Spanyol menilai pengambilan suara akan melanggar aturan negara hukum karena hanya diadakan di Catalunya saja, tetapi tidak di negaranya. Penangguhan pengambilan suara ini akan dilakukan hingga beberapa bulan ke depan.

    Meskipun aksi kampanye tidak akan terjadi untuk sementara waktu, gerakan separatis minoritas di Catalunya semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan, mereka adalah tokoh utama penggerak referendum.

    Pada Sabtu, 27 September lalu, kepala pemerintah regional Catalunya, Artur Mas, telah menandatangani dekrit yang menyatakan daerahnya akan menggelar referendum untuk berpisah dari Spanyol. (Baca: Rakyat Spanyol Tuntut Referendum)

    Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy pada Senin kemarin mengaku sangat menyesalkan keputusan Artur. Menurut dia, tidak ada satu pun kelompok di Spanyol yang bisa mengambil keputusan atas kedaulatan yang mempengaruhi seluruh negeri.

    RINDU P. HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:
    Milisi ISIS Menutup Perbatasan Suriah-Turki
    Korban Pemerkosaan, Wanita Iran Malah Dihukum Gantung
    Jadi Aktivis, Joshua Wong, 17 Tahun, Ditakuti Cina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.