RI Resmi Buka Hubungan Diplomatik dengan Malawi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marty Natalegawa. TEMPO/Natalia Santi

    Marty Natalegawa. TEMPO/Natalia Santi

    TEMPO.CO, New York - Pemerintah Indonesia secara resmi membuka hubungan diplomatik dengan Republik Malawi, Senin, 29 September 2014. Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa dan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Malawi George Thapatula Chaponda menandatangani komunike bersama terkait dengan hal itu di Markas Besar PBB di New York, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-69.

    “Saat ini merupakan hari bersejarah di mana Indonesia dan Malawi secara resmi membuka hubungan diplomatik untuk memajukan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara dan bangsa,” kata Menlu RI seusai pertemuan bilateral setelah menandatangani komunike bersama, seperti dilansir dalam rilis Perwakilan Tetap RI untuk PBB New York, Selasa, 30 September 2014.

    Beragam potensi kerja sama bilateral bisa diraih setelah membuka hubungan diplomatik antara lain di bidang ekonomi dan perdagangan. Kedua menteri itu mulai menjajaki kemungkinan mempertemukan komunitas bisnis dalam pameran perdagangan dan industri. Selain itu mereka berupaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui kerangka pembangunan pasca-MDGs 2015. Sedangkan secara politik, Menlu RI mendorong kedua negara mewujudkan dukungan konkret dalam masalah Palestina.

    Menlu Thapatula menyambut gembira dibukanya hubungan diplomatik tersebut dan mengundang Marty berkunjung ke Malawi. “Pembukaan hubungan diplomatik sangat penting untuk meningkatkan kualitas hubungan kedua negara. Untuk itu, kami mengundang Menlu Marty untuk datang ke Malawi guna mengembangkan potensi kerja sama dengan Malawi,” katanya.

    Thapatula menyatakan fokus perhatian Malawi adalah isu lingkungan serta perdagangan. Malawi juga mendukung berdirinya negara Palestina.

    Indonesia saat ini tercatat telah memiliki hubungan diplomatik dengan 186 negara anggota PBB dari keseluruhan 193 negara. DPR RI telah menyetujui pembukaan hubungan diplomatik dengan 21 negara anggota PBB pada 2010. (Baca juga: Indonesia Tak Akan Buka Hubungan Diplomatik Israel)

    Pada 2011 sampai 2014 telah dilakukan pembukaan hubungan diplomatik dengan 17 negara, yaitu Mauritania, El Salvador, San Marino, Montenegro, Republik Dominika, Nigeria, Sao Tome and Principe, Antigua and Barbuda, Bhutan, Botswana, Tuvalu, Haiti, Nauru, Kiribati, Saint Kitts and Nevis, Belize, dan sekarang dengan Malawi.

    NATALIA SANTI

    Berita lain:
    Jokowi Dilantik, Ahmad Muzani: Biasa Aja Ah...
    Koalisi Prabowo Revisi UU KPK, ICW: Kebablasan
    SBY Tiba di Tanah Air, Muncul #WelcomeMrLiar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.