Bom Meledak Jelang Pelantikan Presiden Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian Afganistan tiba di lokasi bom bunuh diri di Kabul, Senin 29 September 2014. REUTERS/Mohammad Ismail

    Petugas kepolisian Afganistan tiba di lokasi bom bunuh diri di Kabul, Senin 29 September 2014. REUTERS/Mohammad Ismail

    TEMPO.CO, Kabul - Sedikitnya 7 orang tewas dan 13 lainnya luka-luka setelah seorang pengebom bunuh diri menargetkan sebuah pos pemeriksaan keamanan di dekat Bandara Kabul pada Senin, 29 September 2014. Insiden ini terjadi satu jam sebelum pelantikan presiden baru Ashraf Ghani Ahmadzai. (Baca: Ashraf Ghani Dilantik Jadi Presiden Afganistan)

    "Seorang teroris meledakkan rompi bom di dekat pos pemeriksaan polisi di bagian timur Bandara Internasional Kabul sekitar pukul 10.00 (waktu setempat), menewaskan empat personel keamanan dan tiga warga sipil, serta melukai 13 orang lainnya," kata seorang pejabat keamanan kepada Xinhua.

    Serangan itu terjadi satu jam sebelum upacara pelantikan Ashraf Ghani Ahmadzai yang memenangi pemilu atas saingannya, Abdullah Abdullah. Ia kemudian dinobatkan dengan sumpah sebagai chief executive. Kelompok militan Taliban telah mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

    Pelantikan bekas Menteri Keuangan tersebut sekaligus menandai transformasi kekuasaan secara demokratis sejak kejatuhan Taliban pada 2001. ”Saya bukan yang terbaik dari kalian semua. Jika saya melakukannya dengan baik, dukunglah saya. Namun, bila saya salah, silakan dikoreksi,” kata Ghani dalam pidatonya.

    Setelah Ghani dilantik sebagai Presiden Afganistan, giliran Abdullah yang disumpah sebagai chief executive. Posisi yang mirip dengan jabatan perdana menteri ini sengaja diciptakan untuk menghindari krisis politik di Afganistan. (Baca: Akhirnya, Hasil Pemilu Afganistan Diumumkan)


    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Terpopuler

    PM India dan Israel Bahas Kerja Sama di New York 
    Ashraf Ghani Dilantik Jadi Presiden Afganistan
    36 Orang Tewas Akibat Letusan Gunung Ontake



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.