Serangan Tentara Mesir Tewaskan 18 Militan Sinai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang warga mesir memadamkan sisa-sisa  api pembakaran ban setelah bentrokan antara polisi dengan pendukung mantan Presiden Mohammed Morsi di distrik Kairo Suez Bridge, Mesir (3/7). Dua orang tewas dalam ledakan bom di Kairo, dimana keamanan mengatakan salah satu dari beberapa ledakan pada hari peringatan penghapusan tentara dari presiden terpilih Islam Mesir Mursi.  AP/Mohammed Abu Zaid

    Dua orang warga mesir memadamkan sisa-sisa api pembakaran ban setelah bentrokan antara polisi dengan pendukung mantan Presiden Mohammed Morsi di distrik Kairo Suez Bridge, Mesir (3/7). Dua orang tewas dalam ledakan bom di Kairo, dimana keamanan mengatakan salah satu dari beberapa ledakan pada hari peringatan penghapusan tentara dari presiden terpilih Islam Mesir Mursi. AP/Mohammed Abu Zaid

    TEMPO.CO, Sinai - Setidaknya 18 ekstremis tewas dan 10 lainnya ditangkap pada hari Sabtu, 27 September 2014 dalam serangan keamanan yang menargetkan tempat persembunyian mereka di Provinsi Sinai, utara Mesir.

    “Dua serangan keamanan diluncurkan pada waktu fajar di tiga kota selatan Sheikh Zuweid,” kata seorang sumber keamanan kepada Xinhua, Ahad, 28 September 2014.

    Serangan ini menargetkan para ekstrimis yang sebagian besar merupakan kelompok Ansar Bayt al-Maqdis, sebuah jaringan teroris yang terinspirasi kelompok Al-Qaeda. Seorang anggota terkemuka, Salama al-Dahbish dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

    Senapan mesin, alat peledak, dan amunisi milik ekstrimis disita dalam operasi ini. Keamanan juga menghancurkan dua kendaraan, tujuh rumah, dan empat sepeda milik mereka dengan menggunakan meriam.

    Sejak awal September lalu, Pemerintah Mesir terus menggencarkan serangan terhadap kelompok ekstrimis di wilayah Sinai. Seratus orang dilaporkan telah tewas dalam sejumlah serangan itu dan puluhan lainnya ditangkap.

    Memang, sejak tergulingnya Presiden Mohamed Morsi pada Juli 2013, serangan militan anti-pemerintah terus meningkat di Sinai dan sejumlah provinsi lainnya, termasuk di ibu kota Kairo. (Baca: Bom Meledak di Mesir, Saksi Kasus Mursi Tewas)

    Kelompok teroris Ansar Bayt al-Maqdis memang telah dicap sebagai ‘organisasi teroris’ oleh Mesir dan Amerika Serikat. Mereka diduga kuat bertanggung jawab atas sebagian besar serangan yang mnewaskan ratusan personel keamanan selama satu tahun terakhir. (Baca: Pos Pemeriksaan Mesir Diserang, 21 Polisi Tewas)

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Berita Lainnya

    Tuntut Demokrasi, 80 Ribu Pendemo Penuhi Hong Kong 
    Gara-gara Pesan Porno, Menteri Inggris Mundur 
    Gunung Jepang Meletus, 31 Orang Diduga Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.