Tuntut Demokrasi, 80 Ribu Pendemo Penuhi Hong Kong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan demonstran dihujani oleh gas air mata yang ditembakan oleh polisi huru hara di depan markas besar pemerintahan di Hong Kong, 28 September 2014. memprotes kebijakan pemerintah pusat di Beijing yang menghapus pemilihan kepala pemerintahan Hong Kong secara langsung. AP/Wally Santana

    Ribuan demonstran dihujani oleh gas air mata yang ditembakan oleh polisi huru hara di depan markas besar pemerintahan di Hong Kong, 28 September 2014. memprotes kebijakan pemerintah pusat di Beijing yang menghapus pemilihan kepala pemerintahan Hong Kong secara langsung. AP/Wally Santana

    TEMPO.CO, Hong Kong - Sekitar 80 ribu pengunjuk rasa pro-demokrasi memenuhi jalan-jalan di Kota Hong Kong sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Cina. Mereka menuntut agar pemerintah Cina memberikan demokrasi secara penuh di Hong Kong untuk memilih pemimpin Hong Kong secara langsung, bukannya ditunjuk dari pemerintah Beijing. (baca: Ingin Demokrasi, Rakyat Hong Kong Turun ke Jalan)

    Mengutip laporan BBC hari ini, aksi ini dimulai sejak Jumat, 26 September 2014 malam hingga menimbulkan bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan yang berusaha membubarkan massa. Namun, hingga Senin dinihari waktu setempat, bentrokan masih terus terjadi.

    Berbagai kalangan, mulai dari politikus terkemuka Hong Kong, pelajar, hingga sopir taksi, turut larut dalam aksi ini. “Kalau hari ini saya tidak berdiri di sini, saya akan membenci diri saya di masa mendatang. Bahkan, jika saya mendapatkan catatan kriminal sekali pun, ini merupakan pekerjaan yang mulia,” kata Edward Yeung, seorang sopir taksi, kepada Reuters.

    Untuk membubarkan massa, polisi terus menembakkan gas air mata dan semprotan merica. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat para demostran untuk terus memperjuangkan pemilihan pemimpin Hong Kong secara langsung dan bebas pada 2017 mendatang. (Baca: Referendum, Hong Kong Ajukan Demokrasi kepada Cina)

    Sejauh ini polisi sudah menangkap 78 pendemo, termasuk Joshua Wong, pemimpin kelompok mahasiswa. Pemuda berusia 17 tahun ini diseret setelah ia memprovokasi para pendemo untuk menduduki gedung pemerintah. (Baca: Polisi Hong KongTangkap 511 Pendemo Prodemokrasi)

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC | REUTERS

    Terpopuler
    Sidang Vonis Husni Mabarak Ditunda November Ini
    Gerakan Nonblok Didesak Boikot Produk Israel
    PM India Digugat di Pengadilan Amerika Serikat



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.