Lawan Ebola, Wanita Ini Cuma Pakai Keresek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Karantina dan Inspeksi menutup tandu yang dipesiapkan untuk pasien virus ebola saat simulasi di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Cina (14/8). REUTERS/Stringer

    Petugas Karantina dan Inspeksi menutup tandu yang dipesiapkan untuk pasien virus ebola saat simulasi di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Cina (14/8). REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Monrovia - Wabah ebola di Afrika Barat bisa dihentikan jika semua orang bisa bekerja sama. Mungkin inilah yang mendasari Fatu Kekula nekat berhadapan langsung dengan pasien terinfeksi ebola hanya bermodal keresek, stocking, dan kaus kaki andalannya.

    Dikutip dari CNN, Kamis, 25 September 2014, Fatu adalah warga Liberia yang peduli dengan penyembuhan pasien ebola. Awalnya, wanita 22 tahun ini hanya membantu keluarganya yang terinfeksi ebola, termasuk ayah, ibu, adik, dan sepupunya. Fatu merawat, memandikan, dan memberi makan dan obat keluarganya.

    Pakaian pelindung Fatu juga sangat sederhana, tapi tetap ampuh. Jika seorang petugas kesehatan menggunakan pakaian pelindung yang lebih modern, Fatu hanya menggunakan "metode kantong sampah". (Baca: Dua Korban Tewas Ebola Hidup Lagi?)

    Setiap hari, sebelum "bertugas", Fatu mengikatkan keresek ke kakinya yang sudah terpasang kaus kaki. Keresek itu dia pasang hingga kr betis, lalu ia mengenakan sepatu bot karet dan melapisinya lagi dengan keresek.

    Fatu juga membungkus rapi kepalanya dengan stocking yang dilapisi keresek. Untuk melindungi tubuhnya, Fatu menggunakan jas hujan yang tertutup rapat. Setidaknya ada empat lapis sarung tangan karet yang dia kenakan. Dilengkapi masker untuk menutup wajahnya, Fatu siap berkeliling untuk membantu warga yang terinfeksi.

    "Pada dasarnya, tindakan Fatu menunjukkan bagaimana masyarakat melakukan hal-hal untuk kepentingan mereka. Pendekatan kami adalah bagaimana membantu masyarakat dengan cara terbaik yang bisa mereka lakukan," kata juru bicara Unicef, organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk hak-hak anak dan kaum muda, Sarah Crowe. (Baca: Minim Fasilitas, Ebola Bisa Serang 20 Ribu Orang)

    Menggunakan alat perlindungan sederhana, Fatu berkeliling ke rumah sakit Liberia. Pernah satu waktu Fatu mengaku sangat takut hingga menangis karena pasien yang dia lihat sangat banyak.

    Ajaibnya, meski hanya menggunakan keresek, Fatu masih sehat-sehat saja. Gadis yang bercita-cita menjadi perawat ini berharap aksinya dapat memberikan pengaruh besar. "Kelak, saya akan jadi orang hebat di Liberia," kata Fatu.

    RINDU P. HESTYA | CNN

    Berita Lain:
    Gara-gara Sashimi, Pria Ini Digerogoti Cacing Pita 
    Dilarang Berjilbab, Atlet Basket Qatar Mundur di AG 
    1,2 Juta Warga Sierra Leone Dikarantina  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.