Gay Times Pilih Tony Blair Jadi Ikon Gay Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair tiba untuk memberikan kesaksian pada penyelidikan Leveson di Pengadilan Royal Keadilan di pusat kota London, (28/5). (AP Photo/Lefteris Pitarakis)

    Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair tiba untuk memberikan kesaksian pada penyelidikan Leveson di Pengadilan Royal Keadilan di pusat kota London, (28/5). (AP Photo/Lefteris Pitarakis)

    TEMPO.CO, London - Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dinobatkan sebagai salah satu ikon gay terkemuka dalam kurun tiga dekade terakhir oleh majalah komunitas gay Inggris, Gay Times. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas karyanya terhadap hak-hak kaum gay.

    “Penghapusan pasal 28 yang memarginalkan gay, pengakuan hukum bagi transgender, pelarangan diskriminasi dalam pekerjaan bagi kaum gay, itu semua hasil kerja Blair,” kata juru bicara Gay Times, seperti dikutip laman Metro.co.uk, hari ini. Dengan begitu, kata dia, peran Blair sebagai duta hak gay tak terbantahkan. (Baca: Afrika Selatan Tutup Masjid Pendukung Kaum Gay)

    Menanggapi hal ini, Blair mengatakan, apa yang ia lakukan demi kesetaraan kaum lesbian, gay biseksual, dan transgender merupakan suatu bagian penting dari warisannya. (Baca: Hadiri Pernikahan Gay, 12 Pria Mesir Ditangkap)

    “Pasal 28 sangat menjijikkan,” katanya merujuk pada bagian Undang-Undang Pemerintah Daerah yang mengatakan kelompok homoseksual tidak boleh dipromosikan dan harus ditutup rapat. “Saya tidak menyukai kemunafikan, saat orang harus menyembunyikan identitas diri mereka,” tutur Blair.

    ANINGTIAS JATMIKA | METRO.CO.UK

    Terpopuler:

    Kata SBY Soal ISIS di Sidang PBB 
    PBB Sahkan Resolusi Lawan ISIS 
    Dilarang Berjilbab, Atlet Basket Qatar Mundur di AG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?