Serangan Udara AS Hancurkan 12 Kilang Minyak ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria bekerja di sebuah kilang minyak tradisional di Kurdi al-Qahtaniya, al-Hasaka Governorate, Suriah, 11 Mei 2014. ISIS telah mengambil ladang minyak dari pemerintah dalam beberapa bulan terakhir dan diyakini mengontrol ratusan sumur. REUTERS/Rodi Said

    Pria bekerja di sebuah kilang minyak tradisional di Kurdi al-Qahtaniya, al-Hasaka Governorate, Suriah, 11 Mei 2014. ISIS telah mengambil ladang minyak dari pemerintah dalam beberapa bulan terakhir dan diyakini mengontrol ratusan sumur. REUTERS/Rodi Said

    TEMPO.CO, Damaskus - Militer Amerika Serikat merilis sejumlah foto yang menunjukkan keberhasilan serangan udara AS menggempur kilang minyak yang dikuasai kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

    Mengutip laporan BBC hari ini, Jumat, 26 September 2014, serangan yang dilancarkan pesawat AS, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab tersebut menargetkan 12 kilang minyak di Suriah yang dikuasai ISIS. Salah satu foto menunjukkan sebuah kerusakan di pengilangan Gbiebe. (Baca: PBB Sahkan Resolusi Lawan ISIS)

    Tak hanya lewat foto, Pentagon juga merilis video yang memperlihatkan serangan di penyulingan minyak Jeribe. Menurut Pentagon, serangan ini menghantam penyulingan "skala kecil" yang memproduksi 300-500 barel minyak per hari dengan nilai US$ 200 juta.

    Juru bicara Pentagon, John Kirby, mengatakan sasaran serangan itu bukan bertujuan membunuh para milisi, melainkan untuk menghancurkan pengilangan yang menjadi sumber dana ISIS melalui pasar gelap.

    Memang, ladang minyak disebut sebagai penghasilan utama ISIS. Dalam sebuah laporan pada Juli lalu, Profesor Peter Neumann dari King College London menaksir kekayaan ISIS mencapai US$ 2 miliar. (Baca: Punya Ladang Minyak, Aset ISIS US$ 2 Miliar)

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    Kata SBY Soal ISIS di Sidang PBB 
    PBB Sahkan Resolusi Lawan ISIS 
    1,2 Juta Warga Sierra Leone Dikarantina  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.