Lagi, Militan Pro-ISIS Sandera Sekutu AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasukan Irak memegang bendera Negara Islam saat beroperasi diarea Amirli, utara Baghdad, Irak (1/9). Pasukan Irak, Kurdi dan milisi Syiah melanjutkan serangan balik mereka terhadap ISIS yang dipicu kesuksesan menembus blokade ISIS di kota Amirli. AP

    Sejumlah pasukan Irak memegang bendera Negara Islam saat beroperasi diarea Amirli, utara Baghdad, Irak (1/9). Pasukan Irak, Kurdi dan milisi Syiah melanjutkan serangan balik mereka terhadap ISIS yang dipicu kesuksesan menembus blokade ISIS di kota Amirli. AP

    TEMPO.CO, Manila - Lagi-lagi, kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mendapat dukungan dari kelompok militan lainnya. Setelah milisi Aljazair menculik dan mengeksekusi warga Prancis, kini giliran kelompok militan Abu Sayyaf Filipina yang menculik warga Jerman. (Baca: Milisi Aljazair Pro-ISIS Penggal Warga Prancis)

    Mengutip laporan BBC hari ini, kelompok militan tersebut mengancam akan membunuh dua sandera Jerman yang ditangkap pada bulan April lalu. Mereka menuntut uang tebusan dan meminta Jerman mengakhiri dukungannya terhadap serangan Amerika Serikat terhadap ISIS di Irak dan Suriah.

    Menanggapi hal ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman di Berlin mengatakan bahwa pihaknya telah mendengar tentang laporan itu tetapi menolak untuk menarik dukungannya terhadap AS dalam memerangi ISIS.

    Pejabat ini mengatakan bahwa ancaman tersebut bukanlah cara yang tepat untuk memengaruhi kebijakan Jerman di Irak dan Suriah.  Jerman juga tetap akan menjalankan strategi yang sudah ada, yakni memberi dukungan militer dan persediaan logistik bagi pejuang Kurdi Peshmerga yang turut berjuang memerangi kelompok pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi itu.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    Tren Pengaturan Internet di Asia Mengkhawatirkan 
    Sidang MU PBB ke-69 Dibuka 
    Tim Palang Merah Diserang Keluarga Pasien Ebola



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.