Kedai Mi di Cina Pakai Opium Supaya Laku  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • grainfoodscrc.com.au

    grainfoodscrc.com.au

    TEMPO.CO, Beijing - Seorang pemilik kedai mi di Cina ditangkap setelah mengaku mi yang dia sajikan kepada mengandung opium. Pemiliki kedai mi Yan'an bermarga Zhang ini terpaksa menggunakan opium agar konsumennya "ketagihan" dan datang lagi untuk membeli mi buatannya.

    Dikutip Fox News, Rabu, 24 September 2014, Zhang mengaku membeli opium pada Agustus lalu. Opium, yang mengandung zat aditif, seharga Rp 85 ribu ini dibeli Zhang saat masih berbentuk benih. (Baca: Produksi Opium Asia Meningkat)

    "Resep rahasia" Zhang terbongkar saat seorang pelanggan setia bernama Liu Juyou dinyatakan positif menggunakan obat-obatan terlarang setelah rutin makan di kedai Zhang. Polisi lalu meminta keluarga Juyou datang ke kedai Zhang untuk makan mi di sana.

    Polisi menahan Juyou selama 15 hari saat anggota keluarganya makan di kedai Zhang secara rutin. Ternyata, setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, keluarga Juyou juga diketahui positif memakai narkoba.

    "Kami langsung melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian," kata salah satu polisi setempat. 

    Seorang polisi anti-narkoba menjelaskan bahwa bahan kimia dari opium dapat membuat hasil pemeriksaan narkoba seseorang menjadi positif. Selain itu, konsumsi opium dalam waktu lama akan menyebabkan efek candu. (Baca: September, Indonesia Bakal Kebanjiran Opium Afgan)

    Benih opium adalah salah satu bahan makanan yang sempat populer di Cina. Namun, penggunaan poppy atau benih opium sudah dilarang karena efeknya berbahaya.

    RINDU P. HESTYA | FOX NEWS

    Berita Lain:
    Sidang MU PBB ke-69 Dibuka 
    Tren Pengaturan Internet di Asia Mengkhawatirkan 
    Konferensi Perubahan Iklim, Janji dari Negara Kaya  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.