Gempur ISIS, Negara Arab Tunggu Perintah Obama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman video saat terjadi serangan udara di bangunan target militan ISIS di Tall al Qitar, Suriah, 23 September 2014. Serangan udara ini dilakukan dalam tiga gelombang dengan 200 serangan terhadap sekitar selusin target militan di Suriah. AP/US Central Command

    Rekaman video saat terjadi serangan udara di bangunan target militan ISIS di Tall al Qitar, Suriah, 23 September 2014. Serangan udara ini dilakukan dalam tiga gelombang dengan 200 serangan terhadap sekitar selusin target militan di Suriah. AP/US Central Command

    TEMPO.CO, Jakarta - Gedung Putih memerintahkan serangan udara terhadap markas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah sejak kemarin. Dalam waktu 27 jam, militer AS sudah melancarkan sejumlah serangan ke wilayah timur Suriah setelah mendapat dukungan dari lima negara Islam, seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Yordania. (Baca: AS dan Sekutu Arab Mulai Gempur ISIS di Suriah)

    Dikutip dari Los Angeles Times, Selasa, 23 September 2014, ketua gabungan serangan Jenderal Martin Dempsey mengatakan pemerintah Arab hanya akan menyerang selama tiga hari. Mereka masih menunggu perintah dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk memulai operasi penyerangan.

    "Koalisi terbentuk dengan sangat cepat. Kondisi seperti itu telah menarik presiden untuk melakukan kelanjutan serangan ini," kata Dempsey.

    Gedung Putih masih menahan persetujuan serangan di Suriah hingga sekutu Arab benar-benar bergabung untuk menyerang ISIS. Gedung Putih berharap negara Arab mampu bekerja sama melawan rezim Sunni yang dianut ISIS yang wilayah kekuasaannya telah menyeluruh ke Suriah.

    Seorang pejabat AS mengatakan kelima negara diyakini telah bergabung dalam serangan pesawat tempur AS, tapi belum jelas berapa banyak yang telah menjatuhkan bom ke Suriah. Pejabat itu menolak memberikan rincian negara karena menilai informasi itu terlalu sensitif.

    Dempsey mengatakan belum jelas berapa negara Arab yang sudah menyerang hingga saat ini. Namun, empat negara lainnya berjanji akan menyerang jika salah satu negara telah meluncurkan serangan. (Baca: Amerika Serikat Galang Kekuatan Melawan ISIS)

    "Setelah salah satu dari mereka menyerang, negara lainnya pasti akan ikut," kata Dempsey.

    Sejauh ini Dempsey masih menunggu informasi tentang berapa banyak kerusakan yang ditimbulkan setelah serangan dilakukan. Namun, Dempsey menjelaskan beberapa array komunikasi, tenda, peralatan dan tempat kepemimpinan ISIS telah rusak setelah ditembak oleh rudal dan bom. (Baca: Serang ISIS di Suriah, Ini Senjata Andalan AS)

    RINDU P. HESTYA | LOS ANGELES TIMES

    Berita Lain:
    Terduga Pembunuh Tiga Remaja Israel Tewas Ditembak
    AS dan Sekutu Arab Mulai Gempur ISIS di Suriah
    SBY Ceramahi 1.000 Kadet Militer AS di West Point


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.