Amerika Serikat Gempur Basis ISIS di Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bendera Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau ISIS. TAUSEEF MUSTAFA/AFP/Getty Images

    Ilustrasi bendera Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau ISIS. TAUSEEF MUSTAFA/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Damaskus - Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya telah memulai menggempur posisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Ini merupakan serangan pertama sejak AS membentuk sebuah koalisi untuk menghancurkan kelompok militan tersebut.

    Serangan pertama berlangsung sekitar pukul 00.30 GMT, Selasa, 23 September 2014, dengan gelombang 20 pengeboman selama 90 menit. Adapun gelombang serangan berikutnya terjadi beberapa jam kemudian.

    "Dapat saya sampaikan bahwa militer AS dan pasukan negara-negara pendukung sedang melakukan gempuran terhadap posisi ISIS di Suriah menggunakan berbagai jet tempur," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan AS.

    AS tidak menjelaskan target serangan, tapi sejumlah laporan yang diunggah di media sosial menyebutkan kawasan Raqqa telah menjadi sasaran gempuran udara. Raqqa adalah daerah yang dikuasai ISIS.

    Menurut laporan Syrian Observatory for Human Rights, puluhan pejuang ISIS tewas atau cedera akibat serangan udara di Raqqa dan daerah sekitarnya. "Lebih dari 20 anggota ISIS tewas dalam dua serangan di Provinsi Raqqa. Gempuran udara tersebut telah meluluhlantakkan terminal kendaraan di sana," kata lembaga pemantau hak asasi manusia berbasis di London.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Baca juga:
    Akhirnya, Jokowi Bocorkan Nama Kabinetnya
    Golkar Terbelah Hadapi Voting RUU Pilkada
    Resmi, Demokrat Dukung Pilkada Langsung
    PDIP: Koalisi dengan PAN dan PPP Sudah Final
    Gadis Ini Dipaksa Ibunya Tidur dengan 1.800 Pria
    Bentrok TNI-Polri Terkait Penggerebekan BBM

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.