AS dan Sekutu Arab Mulai Gempur ISIS di Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok ISIS berpawai di Raqqa, Suriah, 30 Juni 2014. Amerika Serikat di bawah pemerintahan Obama menjalin koalisi dengan negara-negara Timur Tengah untuk membasmi kelompok ekstrimis ISIS. (AP/Raqqa Media Center/ISIS)

    Kelompok ISIS berpawai di Raqqa, Suriah, 30 Juni 2014. Amerika Serikat di bawah pemerintahan Obama menjalin koalisi dengan negara-negara Timur Tengah untuk membasmi kelompok ekstrimis ISIS. (AP/Raqqa Media Center/ISIS)

    TEMPO.CO, Washington - Amerika Serikat dan para sekutunya, termasuk negara-negara Arab, telah meluncurkan serangan udara perdananya untuk melawan kelompok militan Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) di Suriah.

    Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat Laksamana John Kirby mengatakan pesawat tempur, jet pengebom, rudal Tomahawk, hingga pesawat perang canggih AS dan jet-jet tempur F-22 digunakan dalam serangan udara itu.

    Serangan udara tersebut adalah bagian dari janji Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk "menurunkan dan menghancurkan" ISIS yang kini berganti nama menjadi Islamic State (IS/Negara Islam) dan telah menguasai sebagian besar Suriah maupun Irak.

    Amerika Serikat telah meluncurkan 190 serangan udara terhadap ISIS di Irak sejak Agustus lalu. Namun, serangan udara terbaru itu akan memperluas kampanye melawan kelompok militan ISIS yang telah melintasi perbatasan ke Suriah. (baca juga: Wartawan ISIS Digaji Rp 18 Juta per Bulan)

    "Mengingat operasi ini sedang berlangsung, kami tidak dalam posisi untuk memberikan rincian tambahan saat ini," kata John Kirby seperti dilansir BBC, Selasa, 23 September 2014.

    Pemerintah Suriah sendiri belum secara resmi memberikan persetujuan adanya serangan udara di wilayah mereka. Namun, mereka telah menerima informasi akan adanya serangan udara sebelum dilaksanakan. (baca juga: Bantu ISIS, Militan Aljazair Culik Warga Prancis)

    Laporan menunjukkan banyak serangan terjadi di Raqqa, markas ISIS di bagian timur Suriah. Informasi dari berbagai media sosial menyatakan serangan juga mengenai rumah gubernur dan rumah sakit.

    Belum ada laporan mengenai negara-negara Arab mana saja yang ikut melancarkan serangan udara. Namun, laporan dari media Amerika Serikat menyebutkan di antaranya adalah Arab Saudi, Yordania, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Qatar. (baca juga: Terdesak ISIS, 100 Ribu Pengungsi Masuki Turki)

    Wartawan BBC di Washington DC, Barbara Plett, mengatakan serangan udara di Suriah berbeda dengan yang pernah dilakukan Amerika di Irak. Saat itu pemerintah Irak memang meminta Amerika melakukan intervensi terhadap militan ISIS. Di lain pihak, pemerintah Suriah tidak meminta Amerika untuk hal serupa. Sehingga, masih kata Barbara, Amerika Serikat memborbardir ISIS tanpa persetujuan pemerintah Suriah.

    Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan bahwa utusan mereka di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah diberitahukan ihwal serangan tersebut. "Amerika Serikat telah memberikan infromasi kepada utusan tetap Suriah untuk PBB bahwa serangan akan diluncurkan untuk melawan ISIS di Raqqa," bunyi pernyataan pemerintah Suriah.

    BBC | ROSALINA

    Terpopuler Dunia
    Gadis Ini Dipaksa Ibunya Tidur dengan 1.800 Pria
    KPU Pilih Ashraf Ghani Jadi Presiden Afganistan
    ISIS: Serangan Udara AS Tak Berguna
    Razia Ebola di Sierra Leone Sukses Besar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.