ISIS Sebut Menlu AS 'Pria Tak Disunat'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry menyampaikan selamat atas kemenangan Jokowi. Kerry menyatakan apresiasi atas pelaksanaan pemilu yang demokratis. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga, Indonesia dianggap memberikan pelajaran demokrasi yang baik kepada dunia. REUTERS/Charles Dharapak/Pool

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry menyampaikan selamat atas kemenangan Jokowi. Kerry menyatakan apresiasi atas pelaksanaan pemilu yang demokratis. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga, Indonesia dianggap memberikan pelajaran demokrasi yang baik kepada dunia. REUTERS/Charles Dharapak/Pool

    TEMPO.CO, London - Kebencian kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry rupanya tak terbendung lagi. Dalam sebuah rekaman audio, juru bicara ISIS, Abu Mohammad al-Adnani, terang-terangan mengumpat Kerry.

    “Kakek tua yang tidak disunat itu tiba-tiba muncul menjadi seorang ahli hukum Islam, dengan mengklaim bahwa ISIS bertentangan dengan Islam, bahwa ISIS adalah musuh Islam,” kata Adnani, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Senin, 22 September 2014. (Baca: Amerika Serikat Galang Kekuatan Melawan ISIS)

    Namun bukan umpatan yang menjadi perhatian seorang pakar terorisme dari Universitas Buckingham, Profesor Anthony Gless. Ia menilai penggunaan kata "kakek tua" yang dilontarkan Adnani menunjukkan bahwa dia merupakan seorang warga Inggris.

    “Penggunaan kata ‘kakek’ menjadi penting terkait dengan identitas anggota ISIS ini. Istilah ini banyak digunakan oleh warga London,” ujar Gless. Ia juga menduga pemakaian kata ini dilakukan dengan sengaja. ISIS ingin menarik Inggris dan menunjukkan bahwa banyak warga negara itu yang berjuang bersama mereka.

    Keterlibatan warga negara Inggris lainnya juga tampak dalam video pemenggalan dua wartawan Amerika Serikat dan seorang pekerja kemanusiaan asal Inggris. Dalam video tersebut, sang algojo sempat menyampaikan pesan ISIS dengan menggunakan bahasa Inggris. (Baca: Anggota ISIS Warga Inggris Penggal Jurnalis AS)

    Sejumlah pakar juga meyakini bahwa sang algojo merupakan warga Inggris, yang kemudian dikenal sebagai Jihadis John. Ia diduga berasal dari pinggiran Kota London sebelah selatan, sekitar 10 kilometer dari ibu kota negara tersebut.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

    Terpopuler

    Gadis Ini Dipaksa Ibunya Tidur dengan 1.800 Pria
    KPU Pilih Ashraf Ghani Jadi Presiden Afganistan
    Dukung Pasien Bunuh Diri, Dokter Ini Dihukum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.