Abe Ingin Jepang Jadi Anggota DK PBB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. REUTERS/Toru Hanai

    Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. REUTERS/Toru Hanai

    TEMPO.CO, Tokyo - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan berjuang keras dalam pertemuan tahunan Majelis Umum PBB sebagai upaya untuk mendorong negara ini mendapatkan kursi sebagai Dewan Keamanan PBB (DK-PBB). Untuk mengukuhkan posisinya, Presiden Institut Penelitian Perdamaian dan Keamanan Jepang Masashi Nishihara menyatakan Jepang membutuhkan dua pertiga dukungan dari Majelis Umum dan dukungan dari kelima anggota tetap DK PBB untuk mendapatkan kursi tersebut. (Baca: Ini Dia Lima Anggota Baru Dewan Keamanan PBB)

    Pendekatan terhadap sejumlah negara anggota PBB sangat penting dilakukan dalam pertemuan tahunan yang dijadwalkan akan berlangsung pada pekan ini. Rencananya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin, 22 September 2014, Abe akan mengadakan pertemuan dengan pemimpin negara Pasifik dan Afrika untuk memenangi dukungan mereka.

    Saat ini PBB tengah berfokus terhadap masalah yang ditimbulkan oleh kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) serta penanggulangan epidemi ebola. Namun, untuk kedua hal ini, Abe menegaskan bahwa Jepang masih membatasi bantuan, terutama dalam bentuk militer dan keuangan.

    Sebab itu, Abe akan menggunakan strateginya guna menarik dukungan anggota Dewan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB untuk menggarisbawahi komitmen Jepang menjadi warga global. Sebagai negara yang sering dilanda bencana, Jepang berjanji akan membantu negara-negara berkembang dalam hal mitigasi bencana, seperti mengurangi risiko bencana dan memberikan bantuan keuangan dalam memerangi perubahan iklim.

    ANINGTIAS JATMIKA | CHANNEL NEWS ASIA

    Terpopuler

    Gadis Ini Dipaksa Ibunya Tidur dengan 1.800 Pria 
    KPU Pilih Ashraf Ghani Jadi Presiden Afganistan 
    Dukung Pasien Bunuh Diri, Dokter Ini Dihukum  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.