AS Bebaskan 14 Napi Pakistan dari Penjara Bagram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Afghanistan meneriakkan slogan anti AS dalam aksi protes di luar markas militer AS di Bagram, utara Kabul, Afghanistan, Selasa (21/2). REUTERS/Mohammad Ismail

    Warga Afghanistan meneriakkan slogan anti AS dalam aksi protes di luar markas militer AS di Bagram, utara Kabul, Afghanistan, Selasa (21/2). REUTERS/Mohammad Ismail

    TEMPO.CO, Bagram - Amerika Serikat dilaporkan telah membebaskan 14 tahanan Pakistan dari penjara Bagram di Afganistan pada Sabtu, 20 September 2014. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tasnim Aslam, 14 tahanan tersebut telah dipulangkan ke Pakistan.

    Menurut laporan Xinhua, Ahad kemarin, ini merupakan pembebasan tahanan Pakistan gelombang kedua yang dilakukan AS pada bulan ini. Sebelumnya, 9 tahanan Pakistan lainnya telah dibebaskan lebih dulu.

    Pejabat AS menyatakan pemulangan warga Pakistan ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan Proyek Keadilan Pakistan (JPP) yang dilakukan pemerintah AS. (Baca: AS Kembalikan Penjara Bagram ke Afganistan)

    Sampai saat ini, setidaknya sudah 39 warga Pakistan yang dibebaskan dari Bagram dalam 10 bulan terakhir. Namun, belum jelas berapa banyak sisa warga Pakistan yang masih berada di sana sebab tidak ada daftar resmi tahanan sejak tahun 2012.

    Di antara tahanan yang dibebaskan terdapat Abdul Halim Saifullah. Ia dilaporkan menghilang pada tahun 2005 setelah mengantar ayahnya ke sebuah klinik di Karachi. Hingga akhirnya pada tahun 2006, Palang Merah Internasional memberitahu keluarga Saifullah bahwa ia ditahan di Bagram.

    Tidak jelas apa motif dari penahanan pria berusia 29 tahun ini. Selama 9 tahun di Bagram, Saifullah hidup terkatung-katung tanpa kejelasan pengadilan atau akses ke pengacara. (Baca: Karzai Sebut Penjara Bagram "Pabrik Taliban")

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Berita Lainnya
    Cina Curigai Dubesnya di Islandia Mata-mata Jepang
    CIA Berhenti Mata-matai Sekutunya di Eropa Barat
    Terdesak ISIS, 100 Ribu Pengungsi Masuki Turki


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.