Topan Fung-Wong Tewaskan 10 Warga Filipina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengendara sepeda motor berlindung dekat pertokoan saat topan Kalmaegi di Haikou, provinsi Hainan, 16 September 2014. ChinaFotoPress/ChinaFotoPress via Getty Images

    Seorang pengendara sepeda motor berlindung dekat pertokoan saat topan Kalmaegi di Haikou, provinsi Hainan, 16 September 2014. ChinaFotoPress/ChinaFotoPress via Getty Images

    TEMPO.CO, Manila - Topan Fung-Wong telah menewaskan sedikitnya sepuluh orang di wilayah utara Filipina. Menurut Lembaga Manajemen Bencana Filipina, akibat topan ini, tujuh orang terluka dan lebih dari 83 ribu orang mengungsi karena rumah mereka diterjang banjir hingga setinggi atap.

    Mengutip laporan Xinhua kemarin, dari sepuluh korban tewas terdiri atas dua wanita dan delapan laki-laki. (Baca: Topan Rammasun Tewaskan 10 Warga Filipina)

    Sementara itu, menurut laporan Channel News Asia, badai tropis ini terus bergerak ke arah Taiwan pada Ahad sekitar pukul 10.00 waktu setempat dengan membawa hujan deras dan angin kencang. Satu korban dilaporkan tewas karena tenggelam di dekat rumahnya di Peinan.

    “Hujan lebat bisa memicu tanah longsor. Orang harus meninggalkan daerah pegunungan,” kata petugas dari Biro Cuaca Taiwan. (Baca: Topan Haiyan VS Tsunami, Mana yang Lebih Kuat?)

    Petugas itu menuturkan, ribuan wisatawan dan peselancar telah diminta meninggalkan tujuan wisata populer Taman Nasional Kenting. Tak hanya itu, sebanyak 57 penerbangan domestik dan 7 penerbangan internasional pun dibatalkan. Adapun layanan penyeberangan feri antarpulau ditangguhkan.

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA | CHANNEL NEWS ASIA

    Berita Lainnya

    Cina Curigai Dubesnya di Islandia Mata-mata Jepang 
    CIA Berhenti Mata-matai Sekutunya di Eropa Barat
    Terdesak ISIS, 100 Ribu Pengungsi Masuki Turki



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.